SEMARANG - Banjir yang melanda Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengakibatkan jebolnya tujuh tanggul pada sejumlah titik. Proses normalisasi jalur darat maupun kereta api terus dikebut.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catur Sasi Penanggungan, mengatakan penanganan tanggul jebol terus dikebut agar genangan bisa segera surut dan aktivitas warga kembali normal.
“Dari tujuh tanggul yang jebol, kami berharap penanganannya bisa segera selesai. Saat ini upaya perbaikan terus dilakukan,” ujar Bergas dalam keteranganya, Rabu 18 Februari.
Menurut Bergas, jalur yang sempat tertutup akibat luapan air kini mulai ditangani dengan perbaikan jalan dan penguatan tanggul. Material tanah uruk ditimbunkan untuk membentuk badan jalan, lalu direncanakan dilapisi aspal agar jalur bisa kembali dilalui kendaraan.
Sementara itu, jalur kereta api yang sebelumnya terendam kini sudah tidak tergenang lagi. Meski demikian, operasional kereta masih menunggu pemeriksaan teknis dari pihak perkeretaapian.
“Kalau sudah terendam air, kekuatan konstruksi rel harus dicek dahulu. Kelayakan jalur jadi prioritas sebelum dilalui kereta,” kata Bergas.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi langsung bergerak menangani banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jateng digerakkan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi dan penanganan darurat berjalan cepat.
BACA JUGA:
Ahmad Luthfi mengatakan koordinasi lintas dinas sudah dilakukan sejak awal kejadian. Ia menegaskan pemerintah provinsi hadir penuh di lapangan untuk membantu pemerintah kabupaten dan masyarakat.
“Semua OPD provinsi sudah turun ke lokasi. Sejak hari pertama kejadian, tim langsung bergerak sesuai tugas masing-masing,” ujar Luthfi.