Bagikan:

Pekalongan – Kepolisian Resor Pekalongan telah memeriksa sembilan orang saksi guna mengungkap kasus penembakan terhadap Amat Muzakhim (56), suami Anggota DPRD Jawa Tengah Nur Fatwah. Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal pada Sabtu 14 Februari malam.

Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan secara intensif oleh tim penyidik.

“Tim penyidik dari Polres Pekalongan dan Ditreskrimum Polda Jateng sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang ada di lapangan. Kurang lebih ada 9 orang saksi yang kami lakukan pemeriksaan secara maraton dan sudah selesai semua,” ujarnya di Pekalongan, Selasa 17 Februari.

Selain memeriksa para saksi, termasuk korban, penyidik juga mengumpulkan dan menganalisis rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan hasil sementara, pelaku diduga telah menguasai situasi sebelum melancarkan aksinya.

“Dari beberapa rekaman CCTV yang kami kumpulkan dan hasil analisa, memang pelaku setelah dari lokasi kejadian itu langsung bergerak ke arah utara,” katanya.

Polisi menilai pelaku telah melakukan pemetaan dan analisis lapangan sebelumnya. Dalam rekaman CCTV, pelaku terlihat menggunakan sepeda motor dan sempat berputar-balik di sekitar lokasi sebelum melakukan penembakan dan meninggalkan tempat kejadian perkara.

Terkait barang bukti, aparat menemukan proyektil di lokasi kejadian. Saat ini, barang bukti tersebut masih dalam proses pemeriksaan laboratorium oleh Polda Jawa Tengah melalui Bidang Laboratorium Forensik.

“Sementara untuk proyektil yang kami temukan di lokasi TKP, kami masih melakukan pemeriksaan analisa oleh Bidlabfor Polda Jateng,” ujar Kapolres.

Ia menjelaskan proyektil tersebut berbahan timah dan diindikasikan berasal dari senjata api, baik rakitan maupun revolver. Namun demikian, kepastian jenis senjata masih menunggu hasil uji laboratorium.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan memberikan rasa aman kepada korban serta keluarga, polisi telah menempatkan personel untuk berjaga di rumah korban.

Pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan. Hingga kini, identitas pelaku masih dalam pendalaman oleh tim Resmob dan Ditreskrimum Polda Jateng.