JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menautkan pembangunan gudang ketahanan pangan Polri dan ekosistem SPPG dengan agenda besar ketahanan pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Presiden menyebut menghasilkan pangan dan makanan adalah bagian dari menjaga kelangsungan bangsa. “Menghasilkan pangan, menghasilkan makanan itu adalah melanjutkan peradaban,” kata Prabowo saat peresmian dan groundbreaking di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat, 13 Februari.
Prabowo memuji penggunaan perangkat pengamanan pangan di SPPG, mulai dari filter air, ultraviolet untuk membunuh bakteri pada tray makanan, hingga food security test yang diproduksi di dalam negeri.
Prabowo menyebut capaian ini “berprestasi” dan “membanggakan”, serta menegaskan publik harus tahu.
Presiden juga menegaskan inisiatif Polri membangun gudang sebagai bagian dari ekosistem ketahanan pangan.
“Dengan gudang kita bisa amankan produksi hasil di saat kita butuh, jadi gudang strategis,” ujarnya.
Prabowo menyebut MBG memberi dampak turunan pada ekonomi lokal karena satu SPPG membutuhkan pasokan bahan pangan setiap hari, yang menurutnya ikut menghidupkan produsen kecil.
Presiden mengaku menerima laporan petani kecil yang dulu kesulitan menjual panen kini terbantu karena kebutuhan SPPG.
BACA JUGA:
Nada pidato Prabowo kemudian mengeras ketika ia menyinggung kritik dari luar dan narasi pesimistis di dalam negeri. Ia menanggapi kritik media asing soal peran TNI-Polri dalam agenda pangan, lalu menyindir pihak yang menurutnya terus merendahkan prestasi sendiri dan menurunkan moril.
“Kamu warga negara mana,” kata Prabowo.
Presiden lalu menyampaikan pernyataan paling tegas: “We are not stupid… we know what’s happening,” seraya menyebut Indonesia tahu siapa yang biayai gerakan-gerakan menjelekkan bangsa karena disebut Prabowo khawatir Indonesia kuat dan sejahtera.
Presiden Prabowo kemudian memberi peringatan kepada pengelola kekayaan rakyat agar tidak meneruskan praktik yang merugikan bangsa. Pemerintah, kata dia, akan mengerahkan segala kekuatan tanpa pandang bulu.