Bagikan:

JAKARTA — Pemerintah menyiapkan bantalan sosial untuk menjaga daya beli jelang Ramadan dan Lebaran.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bantuan pangan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng akan diberikan selama dua bulan. Bantuan ini menyasar keluarga penerima manfaat dari desil 1–4, dengan estimasi kebutuhan anggaran Rp11,92 triliun, dan direncanakan mulai disalurkan pada Ramadan/Februari.

“Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan, yaitu bentuk bantuan pangan 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng selama 2 bulan,” kata Airlangga dalam keterangannya kepada wartawan di acara Stimulus Diskon Tarif Transportasi Hari besar Keagamaan (HBKN) Idulfitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Februari.

Sementara, Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang memberikan keterangan setelah Airlangga, menjelaskan, bansos melalui Kemensos terbagi dua. Pertama, bansos reguler (bansos sembako dan PKH) untuk 18 juta KPM, dengan anggaran Rp17,5 triliun. Kedua, bansos adaptif, termasuk bansos kebencanaan “lebih dari Rp2,3 triliun” serta anggaran asistensi/atensi rehabilitasi sosial total Rp20 triliun.

“Ada dua jenis bansos. Yang pertama bansos reguler… kemudian yang kedua adalah bansos adaptif,” ujar Saifullah.

Saifullah menyebut hingga kini sudah tersalurkan lebih dari Rp17 triliun, sisanya menyusul untuk Januari, Februari, dan Maret, lalu berlanjut pada triwulan II (April–Juni). Ia menekankan penerima bansos bersifat dinamis karena mengacu pada data tunggal yang dimutakhirkan berkelanjutan oleh BPS—penerima bisa berubah antartriwulan.

Karena sifatnya dinamis, Saifullah menyebut ada proses yang harus ditempuh, mulai dari pembukaan rekening hingga mekanisme penyaluran. Ia mengatakan penyaluran juga dilakukan melalui PT Pos Indonesia, terutama untuk memastikan bantuan bisa menjangkau penerima sesuai pembaruan data.

Untuk meredam polemik data, Kemensos membuka jalur usul-sanggah melalui jalur formal dari RT/RW hingga pemerintah daerah, serta kanal partisipasi masyarakat lewat call center 021 171 dan WA center yang nomornya akan diumumkan, dan aplikasi Cek Bansos. Setelah itu, hasilnya diserahkan ke BPS untuk verifikasi-validasi dan pemeringkatan desil.

Saifullah menegaskan fokus bantuan diarahkan ke desil 1–2. Bila alokasi anggaran masih ada, bisa diperluas ke desil 3–4.