Bagikan:

SERANG - Di tengah sorotan pada keselamatan insan pers dan tuntutan manajemen media yang makin profesional, VOI.id menerima penghargaan Anugerah Golden Media 2026 dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). Penghargaan diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2026 versi JMSI dan HUT ke-6 JMSI di Hotel Horison Ratu Ultima, Minggu, 8 Februari 2026.

VOI.id menerima penghargaan tersebut bersama sejumlah kepala daerah. Acara penganugerahan juga dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Menteri Urusan Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, serta Wakil Menteri HAM Mugiyanto, serta kepala daerah dari beberapa provinsi/kabupaten/kota.

Ketua Umum JMSI Teguh Santosa menegaskan, penghargaan dan peringatan HPN 2026 harus dibaca sebagai momentum menguatkan ekosistem pers, bukan sekedar perayaan. Ia menyebut konsolidasi organisasi menjadi agenda utama untuk menegaskan kembali komitmen JMSI membangun iklim pers yang sehat dan profesional.

“Sharing and caring” menjadi salah satu pendekatan yang didorong, lewat pertukaran pengalaman dalam pengembangan perusahaan media. Teguh juga menyatakan JMSI memberi apresiasi kepada individu di lembaga pemerintah maupun perusahaan yang dinilai ikut menopang ekosistem pers, sembari mendorong tumbuhnya tradisi jurnalisme berkualitas dan manajemen perusahaan yang profesional.

Untuk HPN 2026, Teguh menyebut JMSI ikut menyumbangkan sejumlah poin penting dalam deklarasi Dewan Pers 2026. Salah satu yang disorot, kata dia, ialah memasukkan pengelola media sebagai bagian dari insan media yang keselamatannya harus dijaga.

Pemimpin Redaksi VOI.id Iqbal Irsyad mengatakan penghargaan Golden Media 2026 diterima sebagai kehormatan. Namun ia menekankan capaian itu merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim.

“Penghargaan ini hasil kerja bersama teman-teman. Itu bisa dianggap sebagai tanda bahwa kerja-kerja teman-teman di VOI.id dihargai,” ujarnya.

Ia menambahkan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi VOI.id untuk terus menjaga kualitas kerja redaksi dan pengelolaan perusahaan media, sejalan dengan dorongan JMSI agar ekosistem pers bergerak ke arah yang lebih profesional.