JAKARTA - Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia melaporkan penangkapan pelaku penembakan yang berupaya membunuh seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan Rusia dan seorang tersangka kaki tangan laki-laki.
Pejabat Kementerian Pertahanan Rusia Letnan Jenderal Vladimir Alexeyev terjadi pada 6 Februari, ketika seorang pria bersenjata tak dikenal melepaskan beberapa tembakan ke arah jenderal tersebut di sebuah gedung perumahan di Jalan Raya Volokolamskoye dan melarikan diri dari tempat kejadian.
Letjen Alexeyev dibawa ke rumah sakit dengan luka-luka. Ia menjalani perawatan akibat luka tembak di rumah sakit.
Pelaku penembakan yang merupakan warga negara Rusia, Lyubomir Korba, lahir tahun 1960, ditangkap di Dubai dan diekstradisi ke Rusia dengan bantuan dari mitra Uni Emirat Arab, kata FSB kepada TASS seperti dikutip (9/1).
Dua tersangka kaki tangan adalah warga negara Rusia Viktor Vasin, lahir tahun 1959, serta Zinaida Serebritskaya yang lahir tahun 1971 dan melarikan diri ke Ukraina, kata FSB.
Sedangkan pencarian terhadap otak serangan masih berlangsung.
Sebuah pistol Makarov dengan peredam suara dan tiga peluru ditemukan di lokasi penembakan, kata juru bicara Komite Investigasi Svetlana Petrenko kepada TASS.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menuding Ukraina berada di balik upaya pembunuhan terhadap Letjen Alexeyev.
"Tindakan teroris ini sekali lagi menegaskan komitmen rezim (Presiden Volodymyr) Zelensky terhadap provokasi terus-menerus yang bertujuan untuk mengganggu proses negosiasi, dan kesiapannya untuk melakukan segala upaya untuk membujuk para pendukung Baratnya agar tidak tertinggal dari Amerika Serikat dalam upaya untuk mengalihkan mereka dari jalur menuju penyelesaian yang adil," kata Menlu Lavrov
Korba dilaporkan tiba di Moskow pada Bulan Desember atas instruksi dari dinas rahasia Ukraina untuk melakukan serangan tersebut.
Rusia dan Ukraina baru saja merampungkan putaran kedua perundingan trilateral dengan melibatkan Amerika Serikat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada Hari Rabu-Kamis, yang dipuji sebagai dialog konstruktif. Sebelumnya, ketiga negara melakukan perundingan di kota yang sama akhir pekan lalu.
Kendati demikian, Menlu Lavrov menolak untuk berspekulasi tentang bagaimana insiden tersebut dapat memengaruhi negosiasi di masa mendatang.
"Itu bukan fungsi saya, itu akan diputuskan oleh pimpinan negara kita," katanya.
BACA JUGA:
Terpisah, Presiden Rusia Vladimir Putin mengucapkan terima kasih kepada Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan atas bantuan otoritas negaranya dalam menahan seorang tersangka dalam upaya pembunuhan terhadap seorang jenderal senior Rusia, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.
"Presiden Putin melakukan panggilan telepon dengan Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan kemarin malam. Presiden Putin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Uni Emirat Arab atas kerja sama yang bermanfaat antara dinas intelijen dan bantuan Uni Emirat Arab dalam menahan seorang tersangka dalam serangan teror terhadap Jenderal (Vladimir) Alekseyev," kata Peskov.
Ia menambahkan, kedua pemimpin melanjutkan diskusi tentang isu-isu yang diangkat selama kunjungan Al Nahyan baru-baru ini ke Moskow.