JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons peristiwa kecelakaan tunggal seorang pelajar yang diduga dipicu oleh kondisi jalan rusak dan berlubang di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin pagi.
Pramono meminta jajarannya, khususnya Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk meningkatkan pengaturan lalu lintas dan pemasangan tanda agar pengendara berhati-hati saat melintasi jalan rusak yang kini jumlahnya meningkat seiring intensitas hujan yang tinggi.
"Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Perhubungan karena sudah tidak bisa lagi menunggu sampai dengan kemudian hujan berhenti," kata Pramono ditemui di Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin, 9 Februari.
Pramono menegaskan, sejak awal Januari, Pemprov DKI telah melakukan perbaikan sementara jalan-jalan yang berlubang dan rusak dengan penambalan. Adapun perbaikan permanen akan dilaksanakan ketika musim hujan telah mereda.
"Kalau dilihat di lapangan sekarang sudah ditangani lubang-lubang yang ada, hampir sebagian besar ditutup. Walaupun kemudian ketika hujan, mohon maaf, pasti sebagian akan ada (tambalan jalan rusak) yang terbongkar kembali," ungkap Pramono.
Seorang pelajar meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin pagi, yang diduga akibat jalanan rusak.
"Di sini sudah sering (terjadi kecelakaan), mungkin karena tambalan jalan (berlubang), jadi rawan," kata salah seorang warga sekitar yang bernama Ardhi di Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin pagi, 9 Februari.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, saat arus lalu lintas masih relatif sepi. "Taunya jam enam lewat, jalanan sepi. Saya keluar dari gang ke jalan, korban sudah tergeletak aja," ujar Ardhi.
Menurut dia, kondisi sepeda motor korban tidak mengalami kerusakan berat. Namun, bagian depan motor terlihat pecah akibat benturan.
"Motornya tidak parah (rusaknya), cuma agak pecah di bagian depan," ucap Ardhi.
Dia pun menilai kondisi jalan di lokasi kejadian sudah lama rusak dan kerap ditambal tanpa perbaikan menyeluruh, sehingga permukaan jalan yang tidak rata menjadi berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Setelah kecelakaan itu, dua orang pengendara sempat menghentikan kendaraan lain untuk meminta pertolongan dan mengamankan lokasi kejadian.
Sementara itu, korban diketahui masih berstatus sebagai pelajar, dan diduga sedang dalam perjalanan menuju sekolah saat kecelakaan itu terjadi.
"Terus, tadi juga ada dua orang pengendara yang menyetop kendaraan lain (biar tidak nabrak). Iya, korban masih sekolah," ungkap Ardhi.