Bagikan:

BOGOR – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menyampaikan rencana penyusunan penulisan sejarah kerajaan-kerajaan besar Nusantara saat menghadiri peresmian pameran di Museum Pajajaran, Kota Bogor, Kamis, 5 Februari. Program tersebut ditargetkan mulai direalisasikan tahun ini sebagai bagian dari upaya penguatan literasi sejarah nasional.

Fadli mengatakan pemerintah tengah menyiapkan pembentukan tim khusus yang melibatkan para akademisi dan sejarawan untuk menyusun naskah sejarah komprehensif.

“InsyaAllah tahun ini kita akan segera membentuk tim penulisan sejarah. Kita harapkan bisa merealisasikan penulisan sejarah beberapa kerajaan besar di Nusantara,” ujar Fadli ditemui di Bogor.

Ia menjelaskan, penulisan akan dimulai dari Kerajaan Majapahit, kemudian Pajajaran, hingga Samudra Pasai. Menurutnya, dokumentasi sejarah yang utuh diperlukan agar masyarakat memperoleh rujukan ilmiah yang kredibel mengenai perjalanan peradaban bangsa.

Untuk Kerajaan Pajajaran, Fadli menargetkan lahirnya satu naskah lengkap tentang Pakuan Pajajaran yang tidak hanya memuat aspek politik, tetapi juga menggambarkan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

“Mudah-mudahan nanti akan ada satu naskah tentang Kerajaan Pakuan Pajajaran yang lengkap, paling tidak menggambarkan semua aspek kehidupan secara utuh, mulai dari sejarahnya, karya-karyanya, ekspresi budayanya, sampai kehidupan sosial dan ekonominya,” jelasnya.

Ia menambahkan, buku tersebut diharapkan menjadi referensi utama bagi masyarakat, pelajar, hingga peneliti. Penyusunannya akan melibatkan para sejarawan dan ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu dengan pendekatan multidisipliner.

“Ini kita harapkan menjadi satu buku acuan, yang ditulis oleh para sejarawan dan ilmuwan dengan pendekatan multidisiplin, sehingga hasilnya komprehensif dan bisa dipertanggungjawabkan secara akademik,” kata Fadli.

Fadli menilai kehadiran buku itu menjadi fondasi penting sebelum penyusunan sejarah tematik kerajaan-kerajaan Nusantara dilakukan secara lebih mendalam.

“Dengan dasar itu, kita bisa melangkah lebih jauh menyusun sejarah kerajaan-kerajaan besar secara lebih detail dan terintegrasi,” tutupnya.

Sebelumnya, sebagai bagian dari penguatan literasi sejarah nasional, Kementerian Kebudayaan juga telah merampungkan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global pada akhir tahun 2025.

Buku tersebut mengulas perjalanan panjang sejarah Indonesia, mulai dari fase awal peradaban Nusantara hingga perkembangan terkini pada era pascareformasi.

Karya tersebut diterbitkan dalam 10 jilid dan disusun melalui proses penulisan selama satu tahun. Penyusunannya melibatkan kolaborasi 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di Indonesia, yang terdiri atas penulis, editor tiap jilid, serta editor umum.