Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyambut baik peningkatan hubungan bilateral Indonesia dengan Slovakia, menyoroti banyaknya sektor strategis yang bisa dikembangkan bersama kedua negara.

Itu dikatakan Menlu Sugiono dalam keterangan pers bersama timpalannya Menteri Luar Negeri Slovakia Juraj Blanar di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.

Dalam pertemuan bilateral kali ini, kedua negara sepakat meningkatkan hubungan ke tingkat kemitraan strategis dengan fokus pada sektor ekonomi, riset, pertahanan, pendidikan hingga pariwisata.

"Saya menyambut baik usulan meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis antara Indonesia - Slovakia. Banyak sektor strategis yang dapat kita perkuat dan kembangkan bersama," kata Menlu Sugiono, Selasa (3/2).

Terkait dengan peningkatan kemitraan tersebut, Menlu Sugiono mengatakan akan menindaklanjutinya dengan mengajukan kepada Presiden Prabowo Subianto.

menlu ri dan menlu slovakia
Penandatangan kerja sama bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas Indonesia - Slovaki. (Fauzi/VOI)

"Kementerian Luar Negeri akan mengusulkan peningkatan hubungan menjadi kemitraan strategis kepada Presiden," kata Menlu Sugiono.

Mengenai penandantanganan perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas yang ditandatangani kedua diplomat utama masing-masing negara tersebut, Menlu Sugiono menilai itu menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih erat di masa depan.

Sementara itu, Menlu Blanar pada gilirannya mengatakan kesiapan untuk memperluas kerja sama kedua negara di berbagai bidang. Ia menekankan, hal tersebut harus dimulai dari pertukaran pelajar, menilai pendidikan menjadi awal mula segala sesuatu.

"Tidak hanya di bidang teknik, kami punya pengalaman yang dapat kami tawarkan, karena ini hal penting untuk menghadapi berbagai tantangan, khususnya mengenai negara berkembang di bidang infrastruktur, tenaga listrik, hingga pengelolaan air, air limbah dan sampah," jelasnya.

Dalam kesempatan ini Menlu Blanar juga mengatakan negaranya terbuka terhadap kerja sama di bidang energi nuklir dengan Indonesia, menyoroti rencana Indonesia membangun pembangkit listrik tenaga nuklir.

Ia menambahkan, negaranya memiliki pengalaman membangun, mengoperasionalkan, serta menangani insiden dan hingga dekomisioning PLTN.

menlu ri menlu slovakia
Pertemuan bilateral Menlu RI dengan Menlu Slovakia. (Fauzi/VOI)

Terpisah, Direktur Jenderal Amerika Eropa Kemlu RI Grata Endah Werdaningtyas mengatakan, kedua Menteri Luar Negeri sepakat, kedalaman hubungan bilateral baik dalam bentuk strategic partnership atau pun bentuk lainnya, perlu memiliki program kerja yang lebih konkret

"Kedua menlu sepakat untuk tim teknis melakukan pembahasan secara teknik. Jadi kita tidak perlu punya terlalu banyak sektor, tapi sektor itu harus konkret, memberikan manfaat kepada masyarakat kedua negara dan harus konkret untuk dilaksanakan," jelasnya.

Duta Besar Grata mengatakan pembahasan kerja sama yang dilakukan kedua Menlu antara lain mengenai kerja sama energi hingga pertanian, di mana sudah ada penelitian kedua negara mengenai penanaman gandung di daerah tropis terkait kebutuhan akan food security.

"Lalu juga ada pembicaraan bagaimana kita meningkatkan kerja sama seperti pertahanan, bukan hanya alutsista, dalam hal joint cooperation untuk peningkatan kapasitas, capacity building, joint development dan lain-lainnya," jelasnya.

Ditambahkannya, tahapan dari kemitraan strategis itu banyak, dengan Indonesia memiliki beberapa mekanisme bilateral, mulai dari forum konsultasi bilateral hingga komite di bidang ekonomi.

"Ini menjadi fondasi. Dan, suatu saat kita sudah punya strategic partnership, kita harus pastikan mekanisme bilateral yang ada akan menjadi alat melakukan kajian, mereview kesepakatan di mekanisme strategic partnership, tidak ada tumpang tindih dan semua menjadi terstruktur dan rapih, untuk meninjau capaian-capaian kerja sama bilateral," urai Dubes Grata.

Ia menambahkan, saat ini banyak negara yang ingin meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di level yang lebih tinggi.

"PR kita banyak. Salah satu strategi kita, apa pun elevasi, kerja sama bilateral dalam bentuk apa pun, memiliki nilai tambah dan manfaat, dan yang penting fokus, tidak semua sektor kita jajaki. Kita memastikan sektor-sektor yang memberi keuntungan bagi kedua negara," tandasnya.