Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengungkapkan telah menangguhkan kontrak dengan 1.800 agen perjalanan asing alias travel di sektor umrah dari total sekitar 5.800 agen.

Kantor Berita Saudi, SPA dikutip dari AN pada Senin 2 Februari menyebutkan, ribuan travel umrah itu diminta memperbaiki status mereka dalam waktu 10 hari.

Keputusan tersebut menyusul hasil evaluasi berkala kementerian dengan temuan kurangnya kinerja dan kualitas layanan yang buruk di antara agen-agen tersebut.

Kementerian menyatakan bahwa penangguhan hanya berlaku untuk penerbitan visa baru dan merupakan bagian dari pendekatan regulasi untuk membantu agen mengatasi masalah klasifikasi dan meningkatkan kepatuhan terhadap standar yang disetujui.

Menurut kementerian, kontrak akan diaktifkan kembali setelah persyaratan dipenuhi dalam masa tenggang.

Kementerian menegaskan bahwa para jemaah Umrah yang memiliki visa yang sah atau reservasi yang ada tidak akan terpengaruh, karena layanan kepada mereka akan terus berlanjut tanpa perubahan.

Dia menambahkan, penerapan klasifikasi dan indikator kinerja yang disetujui adalah langkah regulasi mendasar untuk meningkatkan kepatuhan di antara penyedia layanan dan memastikan layanan memenuhi standar yang disetujui.

Kementerian menekankan bahwa melindungi hak-hak para pelaksana ibadah Umrah dan memastikan keberlanjutan layanan adalah prioritas dalam semua langkah pengaturan.

Juru bicara kementerian, Ghassan Alnwaimi, mengatakan tindakan pengaturan akan diambil terhadap lembaga mana pun yang gagal memperbaiki kekurangan sesuai tenggat waktu.

Ia menambahkan, kementerian akan terus menggunakan alat pemantauan dan evaluasi untuk memperkuat keandalan sektor Umrah dan melindungi hak-hak jemaah.