JAKARTA - Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte pada Hari Senin mengatakan, Ia dan Presiden Donald Trump telah menyepakati dua "alur kerja" untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa terkait wilayah semi-otonom Denmark, Greenland, salah satunya menjadi tanggung jawab NATO.
"Pada dasarnya, apa yang dibahas minggu lalu, dan pada akhirnya disepakati, adalah dua alur kerja ke depan: satu alur kerja adalah untuk NATO secara kolektif, untuk mengambil lebih banyak tanggung jawab atas pertahanan Arktik," kata Sekjen Rutte kepada anggota Parlemen Eropa, melansir Al Arabiya dari Reuters (27/1).
"Jadi satu alur kerja adalah untuk melihat bagaimana cara terbaik secara kolektif kita dapat mencegah Rusia dan Tiongkok mendapatkan lebih banyak akses ke Wilayah Arktik, itu adalah satu alur kerja, NATO jelas bertanggung jawab di sini," tambahnya.
Alur kerja kedua, yang menurut Rutte NATO tidak boleh ikut serta, membahas tentang kelanjutan diskusi antara AS, Denmark serta Greenland.
Presiden Trump bertemu dengan Sekjen Rutte di sela-sela gelaran Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos Swiss, saat ketegangan Eropa dengan Presiden Trump mengenai Greenland meningkat.
"Berdasarkan pertemuan yang sangat produktif yang telah saya adakan dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, kami telah membentuk kerangka kerja kesepakatan di masa depan terkait Greenland dan, pada kenyataannya, seluruh wilayah Arktik," tulis Presiden Trump di Truth Social, melansir The National.
"Solusi ini, jika terlaksana, akan menjadi solusi yang bagus bagi Amerika Serikat, dan semua negara NATO. Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan tarif yang dijadwalkan berlaku pada 1 Februari," tandasnya.
Perkembangan ini terjadi tak lama setelah Presiden Trump menyampaikan pidato di mana ia mengecam negara-negara Barat yang telah mengirimkan personel angkatan bersenjata mereka ke Greenland sebagai simbol solidaritas dengan sesama anggota NATO, Denmark.
Ibu kota negara-negara Barat telah panik sejak ancaman Trump yang diperbarui untuk merebut Greenland dari Denmark. Setiap langkah militer di pulau Arktik yang luas itu dapat berarti pecahnya aliansi militer beranggotakan 32 negara tersebut.
BACA JUGA:
"Kita membutuhkannya untuk keamanan nasional strategis dan keamanan internasional, pulau besar yang tidak aman ini sebenarnya adalah bagian dari Amerika Utara, di perbatasan utara Belahan Barat – itu adalah wilayah kita," kata Presiden Trump selama pidatonya di Davos.
Presiden Trump menyoroti kehadiran Rusia dan China di kawasan Arktik. Ia pun sempat mengancam memberlakukan tarif terhadap negara-negara yang mendukung Denmark terkait kedaulatannya di Greenland.