JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Hari Rabu mengatakan, ancaman tarif impor tambahan yang sebelumnya akan diberlakukan terhadap beberapa negara Eropa terkait Greenland tidak akan berlaku, setelah percakapan dengan Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik (NATO) Mark Rutte dan kemajuan menuju kesepakatan mengenai Arktik.
Presiden Trump yang tengah menghadiri pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss sebelumnya mengecam sekutu, tetapi mengatakan kekuatan militer tidak akan digunakan untuk merebut Greenland.
Kemudian, Ia berbicara dengan Sekjen Rutte dan memuji kepala NATO karena telah melakukan "pekerjaan yang fantastis".
"Berdasarkan pertemuan yang sangat produktif yang telah saya adakan dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, kami telah membentuk kerangka kerja kesepakatan di masa depan terkait Greenland dan, pada kenyataannya, seluruh wilayah Arktik," tulis Presiden Trump di Truth Social, melansir The National (22/1).
"Solusi ini, jika terlaksana, akan menjadi solusi yang bagus bagi Amerika Serikat, dan semua negara NATO. Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan tarif yang dijadwalkan berlaku pada 1 Februari," tandasnya.
Perkembangan ini terjadi tak lama setelah Presiden Trump menyampaikan pidato di mana ia mengecam negara-negara Barat yang telah mengirimkan personel angkatan bersenjata mereka ke Greenland sebagai simbol solidaritas dengan sesama anggota NATO, Denmark.
Ibu kota negara-negara Barat telah panik sejak ancaman Trump yang diperbarui untuk merebut Greenland dari Denmark. Setiap langkah militer di pulau Arktik yang luas itu dapat berarti pecahnya aliansi militer beranggotakan 32 negara tersebut.
"Kita membutuhkannya untuk keamanan nasional strategis dan keamanan internasional, pulau besar yang tidak aman ini sebenarnya adalah bagian dari Amerika Utara, di perbatasan utara Belahan Barat – itu adalah wilayah kita," kata Presiden Trump selama pidatonya di Davos.
Sabtu pekan lalu, Presiden Trump mengatakan akan memberlakukan tarif baru pada negara-negara yang telah mendukung Denmark terkait kedaulatannya di Greenland, hingga kesepakatan tercapai agar Amerika dapat mengakuisisi pulau yang kaya mineral tersebut.
Krisis tersebut memicu aksi jual di pasar saham pada hari Selasa, menghapus miliaran dolar dari nilai perusahaan-perusahaan Amerika.
BACA JUGA:
"Ini agak rumit," kata Presiden Trump kemudian kepada CNBC tentang kesepakatan itu, menambahkan bahwa detailnya akan diungkapkan "nantinya."
Presiden AS membantah Ia termotivasi oleh deposit logam tanah jarang di Greenland, dengan alasan terlalu sulit untuk menembus "ratusan kaki es".
Sebaliknya, politisi Partai Republik itu bersikeras bahwa wilayah tersebut berisiko akibat ambisi Tiongkok dan Rusia.
Sistem pertahanan AS Golden Dome yang direncanakan, kata Trump, akan melindungi Greenland dari ancaman canggih seperti rudal hipersonik dan rudal balistik antarbenua dari Rusia dan Tiongkok.