Bagikan:

JAKARTA – Kementerian Pertahanan memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri langsung seremoni penerimaan tiga pesawat tempur terbaru milik TNI AU, yakni Rafale, yang kini telah tiba di tanah air. Meski kehadiran orang nomor satu di Indonesia tersebut sudah dikonfirmasi, namun pihak Kemhan hingga kini belum bisa menetapkan tanggal pasti pelaksanaan acara seremonial tersebut.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, menjelaskan bahwa jadwal seremoni akan bersifat fleksibel mengikuti ketersediaan waktu dan agenda kerja Presiden.

Saat ini, ketiga pesawat tempur buatan Dassault Aviation tersebut sudah berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau. Armada canggih ini telah terparkir di sana sejak diterbangkan langsung dari Prancis oleh para penerbang tempur terbaik TNI AU pada pertengahan Januari 2026.

Meskipun prosesi seremonial belum digelar, Brigjen TNI Rico menegaskan bahwa secara administratif dan teknis, ketiga unit Rafale tersebut sudah diserahterimakan dan sepenuhnya siap untuk digunakan oleh TNI AU dalam menjalankan misi menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.

Kehadiran jet tempur generasi 4.5 ini menjadi tonggak penting bagi penguatan pertahanan nasional. Indonesia sendiri tercatat sebagai salah satu pelanggan utama Rafale dengan total pemesanan mencapai 42 unit.

Langkah besar ini dipastikan setelah kontrak pembelian tahap ketiga untuk 18 unit terakhir dinyatakan efektif, yang menjadi dasar bagi Dassault Aviation untuk menyelesaikan seluruh pesanan Indonesia. Sebelumnya, kontrak tahap pertama sebanyak enam unit telah efektif pada September 2022, disusul tahap kedua sebanyak 18 unit pada Agustus 2023.

Modernisasi alutsista ini merupakan realisasi dari komitmen jangka panjang Kementerian Pertahanan dalam memutakhirkan alat utama sistem persenjataan. Dengan tibanya gelombang pertama pesawat Rafale di awal tahun 2026 ini, TNI AU dipastikan akan memiliki daya pukul yang lebih kuat dan modern.

Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya meningkatkan martabat pertahanan Indonesia di mata internasional, tetapi juga memberikan jaminan keamanan yang lebih solid di tengah dinamika geopolitik kawasan yang kian kompleks.