Bagikan:

JAKARTA - Sebuah perahu milik salah satu Firaun Mesir yang berasal dari ribuan tahun silam tengah dirakit secara terbuka di ruang pameran Grand Egyptian Museum.

Para staf mulai merakit perahu kayu cedar tersebut, salah satu dari dua perahu yang ditemukan milik Raja Khufu, pada akhir bulan lalu disaksikan oleh puluhan pengunjung.

Perakitan kapal sepanjang 42 meter (137 kaki) ini, yang berada di sebelah kembarannya yang sudah dirakit dan dipamerkan, diperkirakan akan memakan waktu sekitar empat tahun, menurut Issa Zeidan, kepala restorasi di Museum Mesir Agung. Perahu ini terdiri dari 1.650 potongan kayu.

Untuk diketahui, Raja Khufu memerintah Mesir kuno lebih dari 4.500 tahun yang lalu dan membangun Piramida Agung Giza.

"Anda menyaksikan hari ini salah satu proyek restorasi terpenting di abad ke-21,” kata Menteri Pariwisata dan Purbakala Sherif Fathy, yang menghadiri acara tersebut, melansir Kyodo News dari AP (20/1).

Perahu itu adalah salah satu dari dua perahu yang ditemukan pada tahun 1954, di seberang sisi selatan Piramida Agung. Penggalian bagian-bagian kayunya dimulai pada tahun 2014, menurut situs web museum.

Tujuan pasti perahu-perahu itu masih belum jelas, tetapi para ahli percaya bahwa perahu-perahu itu digunakan untuk mengangkut jenazah Raja Khufu selama pemakamannya atau dimaksudkan untuk digunakan dalam perjalanan ke alam baka bersama Dewa Matahari Ra, menurut museum.

Museum senilai 1 miliar dolar AS, yang juga dikenal sebagai GEM, disebut-sebut sebagai museum terbesar di dunia ketika diresmikan secara mewah Bulan November lalu.

Grand Egyptian Museum menyimpan hampir 50.000 artefak, termasuk koleksi harta karun dari makam Raja Tutankhamun yang terkenal, yang ditemukan pada tahun 1922.

Museum yang terletak di dekat piramida di pinggiran Kairo ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pariwisata Mesir dan membantu memulihkan perekonomiannya yang sedang lesu.