JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sebanyak 23 titik api (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aceh Barat terpantau melalui satelit hingga Jumat.
"Hasil pemantauan kami melalui citra satelit, titik api atau hotspot terbanyak memang berada di wilayah Kabupaten Aceh Barat, sisanya tersebar di Aceh Jaya, Nagan Raya dan daerah lain di wilayah pantai barat selatan Aceh," kata Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Rijal Sains Fikri dilansir ANTARA, Jumat, 23 Januari.
Ia menyebutkan, 23 titik api tersebut terdiri dari tiga titik api dengan kebakaran diprakirakan memiliki intensitas tinggi, 15 titik api dengan intensitas kebakaran sedang, dan lima titik api intensitas kebakaran rendah.
Rijal Sains Fikri mengatakan berdasarkan pengamatan citra satelit, lokasi terparah kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat berlokasi di Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, kabupaten setempat.
Kebakaran lahan di Aceh Barat juga diprakirakan berpotensi semakin meluas, karena saat ini terpantau kawasan tersebut tidak memiliki awan yang dapat memicu terjadinya hujan.
Selain di Aceh Barat, BMKG juga memantau titik api juga tersebar di Kabupaten Aceh Jaya danNagan Raya, serta sejumlah kabupaten/kota lainnya di wilayah pantai barat selatan Aceh.
"Kami masih terus memantau perkembangan titik api melalui citra satelit," kata Rijal Sains Fikri.
Sementara itu, informasi yang diterima wartawan di Aceh Barat menyebutkan luas lahan terbakar di daerah setempat sudah mencapai di atas 50 hektare.
Namun Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat Teuku Ronald Nehdiansyah yang dikonfirmasi terpisah melalui saluran pesan singkat daring, belum menjawab upaya konfirmasi terkait luas lahan yang saat ini sudah terbakar.