Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengoptimalkan evakuasi korban banjir dengan menambah titik pengungsian dari lima titik pada Kamis 22 Januari menjadi 15 titik per hari ini, Jumat 23 Januari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Muchlis mengatakan, hujan deras sehari penuh kembali mengguyur Kabupaten Bekasi membuat banjir semakin meluas setelah sebelumnya dinyatakan berangsur surut.

"Mengacu hasil asesmen tim di lapangan, kami segera merespons dengan menambah jumlah titik pengungsian maupun dapur umum untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar saudara-saudara kita yang menjadi korban banjir," katanya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat, disitat Antara.

Ia menjelaskan, titik pengungsian korban banjir saat ini tersebar di tujuh wilayah kecamatan terdampak paling parah meliputi Babelan, Cikarang Utara, Karangbahagia, Sukakarya, Sukawangi, Tambun Selatan serta Kecamatan Tambun Utara.

"Di Kecamatan Sukawangi ada empat titik, Tambun Selatan tiga titik. Kemudian di Babelan, Cikarang Utara dan Tambun Utara masing-masing dua titik. Serta di Karangbahagia dan Sukakarya satu titik. Lokasinya ada yang memanfaatkan fasilitas publik, rumah ibadah, pondok pesantren hingga rumah tokoh masyarakat," ucapnya.

Muchlis menyebut dampak banjir kini kembali meluas di 17 kecamatan dan tersebar pada 51 desa dengan total jumlah keluarga terdampak mencapai 30.649 KK di mana 2.412 KK di antaranya mengungsi. Tinggi muka air dilaporkan berkisar 10-130 sentimeter.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi melanjutkan fokus pemerintah daerah saat ini adalah penanganan aspek kedaruratan, khususnya evakuasi serta pemenuhan kebutuhan dasar warga yang mengungsi.

"2.412 KK (kepala keluarga) sudah kami evakuasi ke 15 titik pengungsian. Prioritas kami adalah memastikan warga terdampak berada di tempat yang aman dan kebutuhan dasarnya terpenuhi," katanya.

Hingga kini petugas BPBD dibantu unsur TNI, Polri, PMI, pemerintah kecamatan dan desa serta relawan kebencanaan terus melakukan pendataan lapangan dan distribusi bantuan logistik. Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, air bersih, selimut, matras serta kebutuhan darurat lain.

Selain menerjang permukiman penduduk, banjir juga berdampak signifikan terhadap sektor pertanian. BPBD mencatat 3.908,9 hektare lahan pertanian terendam banjir yang berpotensi mempengaruhi hasil panen serta pendapatan petani.

Pihaknya juga masih melakukan pemantauan intensif mengingat potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat atau BPBD.

"Kami minta masyarakat mengikuti informasi resmi dan tidak mengambil risiko, terutama di wilayah yang masih tergenang cukup dalam," kata dia.

Mengacu data BPBD Kabupaten Bekasi, Jumat 23 Januari, banjir meluas di 17 kecamatan mencakup Kecamatan Sukawangi dengan tinggi muka air 30-130 sentimeter, Tambun Utara 30-120 sentimeter serta Cikarang Utara dan Cikarang Timur dengan ketinggian 20-120 sentimeter.

Kecamatan Cabangbungin dengan ketinggian muka air 30-110 sentimeter, Tambelang 40-100 sentimeter, Sukakarya 10-100 sentimeter, Kedungwaringin 30-10 sentimeter, Tambun Selatan 30-90 sentimeter serta Karangbahagia 10-80 sentimeter.

Selanjutnya Kecamatan Babelan dengan ketinggian 20-80 sentimeter, Pebayuran 10-80 sentimeter, Cibitung 10-70 sentimeter, Sukatani 40-60 sentimeter serta Kecamatan Tarumajaya dan Muaragembong setinggi 20-50 sentimeter.

Banjir turut mengakibatkan musibah longsor di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan. Hingga sore ini, hujan deras masih mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi dan belum ada tanda-tanda akan reda.