Bagikan:

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan alasan rencana pembukaan layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta, meski saat ini sudah ada moda transportasi bandara yang lebih dulu beroperasi, seperti bus Damri hingga Kereta Api Bandara (Railink).

Pramono menegaskan, pembukaan rute baru tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan ataupun mengurangi layanan angkutan bandara yang sudah ada.

Pemprov DKI Jakarta, kata dia, tetap akan berkoordinasi dengan para pengelola transportasi terkait agar layanan berjalan beriringan.

"Tentunya pasti akan ada koordinasi tapi kan ini pilihan. kami tidak akan mengurangi, tidak menutup trayek-trayek yang sekarang sudah berjalan," ujar Pramono di Jakarta Barat, Kamis, 22 Januari.

Menurut Pramono, kehadiran Transjabodetabek menuju bandara justru ditujukan untuk memperluas opsi mobilitas masyarakat. Dengan semakin banyak pilihan transportasi publik, diharapkan warga tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi untuk menuju Bandara Soekarno-Hatta.

"Karena itu adalah pilihan dan ini memberikan kemudahan kepada publik untuk memilih, supaya transportasinya lebih banyak pilihan dengan banyak pilihan orang tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi. jadi ujung-ujungnya adalah mengurangi kendaraan pribadi," ungkap dia.

Sebelumnya, Pramono mengungkap rencana pembukaan sejumlah rute baru Transjabodetabek untuk menjawab kebutuhan mobilitas lintas wilayah yang kian tinggi. Dua rute yang diprioritaskan yakni Blok M–Bandara Soekarno Hatta dan Cawang–Jababeka.

Menurut Pramono, rute Blok M-Bandara menjadi kebutuhan mendesak berdasarkan laporan Dinas Perhubungan. Tingginya aktivitas masyarakat menuju dan dari bandara dinilai membutuhkan dukungan angkutan umum yang lebih terintegrasi.

"Mengenai Transjabodetabek, memang kami akan membuka rute-rute baru, yang pertama yang adalah dari Blok M ke Bandara. Karena dari laporan bapak Dinas Perhubungan ini, kebutuhannya sekarang tinggi sekali," kata Pramono di Jakarta Pusat, Selasa, 20 Januari.

Kemudian, rute Cawang-Jababeka yang akan disiapkan Pemprov DKI menyasar kawasan industri dengan jumlah pekerja yang besar, khususnya di wilayah Jababeka, Kabupaten Bekasi.

"Kemudian dari Cawang ke Jababeka. Kenapa itu dilakukan? Karena memang pekerja kita di Jababeka itu cukup tinggi, dan kebutuhannya juga tinggi," ujar Pramono.

Saat ini, Pemprov DKI baru mengoperasikan enam rute Transjabodetabek, yakni Alam Sutera-Blok M, PIK2-Blok M, Bogor-Blok M, Sawangan-Lebak Bulus, Vida Bekasi-Cawang, dan Bekasi-Dukuh Atas.