BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor mendorong agar arah pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah tengah kota, tetapi juga menyentuh kawasan perbatasan yang dinilai masih tertinggal dan membutuhkan perhatian lebih untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Ahmad Aswandi bersama sejumlah anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Tanah Sareal saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tanah Sareal, Selasa 20 Januari.
Ahmad Aswandi menilai Kecamatan Tanah Sareal memiliki peran strategis karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor. Namun, posisi strategis tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kualitas pembangunan yang merata, khususnya di wilayah pinggiran kota.
“Wilayah perbatasan seperti Tanah Sareal harus menjadi perhatian utama karena di sanalah wajah Kota Bogor juga terlihat. Jangan sampai kesejahteraan masyarakat di perbatasan tertinggal dibandingkan daerah sekitarnya,” kata Ahmad Aswandi dalam keteranganya, Rabu 21 Januari.
Ia menekankan, peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan harus dimulai dari pembangunan infrastruktur dasar yang layak, terutama akses jalan, drainase, dan fasilitas pendukung aktivitas ekonomi warga. Infrastruktur yang memadai dinilai akan mendorong pergerakan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kalau infrastruktur di wilayah perbatasan buruk, aktivitas ekonomi masyarakat ikut terhambat. Ini yang harus kita perbaiki agar kesejahteraan warga bisa meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan wilayah perbatasan Tanah Sareal perlu dijadikan prioritas pada tahun anggaran 2026 dan 2027 agar tidak terjadi kesenjangan sosial dan ekonomi antara Kota Bogor dan wilayah kabupaten yang berbatasan langsung.
Selain infrastruktur, Ahmad Aswandi menyebut penataan kawasan rawan, seperti perlintasan sebidang rel kereta api di Kebon Pedes, juga penting untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut.
“Kami akan mengawal seluruh usulan prioritas dari kelurahan agar benar-benar menjawab kebutuhan warga, terutama yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan,” jelasnya.
Senada, Anggota DPRD Kota Bogor dari Dapil Tanah Sareal Safrudin Bima menegaskan bahwa pemerataan pembangunan harus diarahkan ke wilayah pinggiran sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Menurutnya, pembangunan di wilayah perbatasan tidak boleh hanya sebatas fisik, tetapi juga harus menyentuh sektor ekonomi dan pelayanan dasar.
BACA JUGA:
“Pengembangan UMKM, akses air bersih, pendidikan, dan layanan kesehatan harus diperkuat di wilayah perbatasan. Kalau fasilitas ini hadir, masyarakat tidak perlu bergantung ke pusat kota dan kesejahteraan bisa tumbuh dari wilayahnya sendiri,” ujar Safrudin.
Ia memastikan seluruh anggota DPRD dari Dapil Tanah Sareal siap mendukung dan mengawal hasil Musrenbang agar pembangunan di wilayah perbatasan benar-benar berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Bogor.