Bagikan:

JAKARTA — Perdana Menteri Belgia Bart De Wever menegaskan Eropa harus dengan tegas mengatakan "sudah cukup" kepada Presiden AS Donald Trump.

” Semakin lunak Anda terhadapnya, semakin kurang ajar dia jadinya," kata De Wever di sela-sela Forum Ekonomi Dunia, seperti yang dilaporkan kantor beritaBelga pada Selasa, 20 Januari dilansir ANTARA dari Anadolu.

De Wever mengatakan memulihkan daya saing Eropa harus menjadi prioritas utama, tetapi menekankan retorika Trump baru-baru ini tentang Greenland dan ancaman tarif menimbulkan tantangan tambahan bagi Uni Eropa (UE).

De Wever diperkirakan akan bertemu Trump pada Rabu bersama Raja Philippe dari Belgia dan Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte, meski dia meragukan apakah pertemuan itu akan berlangsung.

"Itu pun jika pertemuan itu terlaksana; Anda tidak pernah tahu dengan Trump," katanya.

Pada Senin, Trump mengancam akan mengenakan tarif 200 persen pada anggur dan sampanye Prancis setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian yang diusulkan Trump, sebuah inisiatif internasional yang awalnya berfokus pada Gaza.

Langkah itu menyusul ancaman sebelumnya untuk memberlakukan tarif impor hingga 10 persen pada negara-negara Eropa yang telah mengirim pasukan ke Greenland, yang kemudian meningkat menjadi 25 persen pada Juni.

De Wever mengatakan Eropa harus merespons dengan memperkuat pasar tunggalnya, meningkatkan daya saing, dan menjalin aliansi baru.

"Kita harus mempersenjatai diri. Dewan Eropa harus mendorong agenda dan mengatakan: lakukan ini, dan tidak ada yang lain," katanya.

'Mundur atau kita akan lakukan semua cara yang diperlukan'

Dalam wawancara terpisah dengan penyiarBelga VRT NWS, De Wever mengatakan Eropa harus memperjelas mereka tidak akan mentolerir ancaman aksi militer terhadap wilayah sekutu.

"Kita harus mengatakan kepada Trump, sebagai Eropa: 'Ini batasnya dan tidak lebih jauh lagi. Mundur atau kita akan lakukan semua cara yang diperlukan," katanya.

De Wever mengakui tekanan Trump di masa lalu terhadap sekutu untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan adalah rasional.

"Tetapi mengancam sekutu NATO dengan intervensi militer di wilayah NATO adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya sehingga Anda benar-benar mendekati titik kritis," tambahnya.

Isu itu diperkirakan akan dibahas dalam pertemuan informal Dewan Eropa pada Kamis.

De Wever mengatakan sekarang sudah jelas Eropa harus bertindak tegas.

"Menurut saya, sudah jelas bawa pisau harus diletakkan di atas meja sekarang," katanya.