JAKARTA - Para pemimpin Uni Eropa sedang melakukan konsultasi intensif dan dialog berkelanjutan dengan Amerika Serikat, setelah ancaman untuk memberlakukan tarif atas Greenland, kata juru bicara Komisi Eropa pada Hari Senin.
Berbicara pada konferensi pers, juru bicara Olof Gill menekankan prioritas blok tersebut adalah "berdialog, bukan meningkatkan ketegangan," memperingatkan tarif sepihak akan merugikan konsumen dan bisnis Eropa maupun Amerika Serikat.
"Para pemimpin Uni Eropa sedang berkonsultasi secara intensif, dan keterlibatan dengan AS terus berlanjut di semua tingkatan. Terkadang bentuk kepemimpinan yang paling bertanggung jawab adalah menahan diri, dan kepemimpinan yang bertanggung jawab adalah inti dari Presiden (Ursula) von der Leyen dan Uni Eropa secara keseluruhan," kata Gill, seperti melansir Anadolu (20/1).
"Kita perlu sangat bijaksana dalam mendekati perbedaan antara ancaman dan realitas operasional. Ya, ancaman telah dilayangkan. Uni Eropa menanggapinya secara bertanggung jawab dengan menahan diri, dengan mencoba menghilangkan sumber ancaman tersebut dan menemukan solusi yang lebih baik bagi semua pihak, untuk mempertahankan stabilitas dan prediktabilitas yang telah susah payah diraih yang disediakan oleh Pernyataan Bersama Uni Eropa-AS," urainya.
Presiden AS Donald Trump diketahui telah mengungkapkan keinginannya untuk menguasai Greenland demi keamanan nasional AS, menyoroti pula kehadiran Rusia dan China di kawasan Arktik.
Presiden Trump menyebut keamanan nasional dan kepentingan strategis di Arktik sebagai pembenaran atas langkah tersebut.
Keinginan yang belakangan semakin menguat, mendapat tentangan kuat juga dari negara-negara di Eropa, yang juga sekutu di Uni Eropa maupun Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), yang menyatakan dukungannya terhadap Denmark terkait wilayah otonomnya.
Sabtu lalu, Presiden Trump mengumumkan rencana untuk memberlakukan tarif tambahan sebesar 10 persen mulai 1 Februari pada barang-barang dari Denmark, Swedia, Norwegia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda dan Finlandia.
Tarif itu akan meningkat menjadi 25 persen pada Bulan Juni mendatang hingga kesepakatan tercapai mengenai "pembelian Greenland secara lengkap dan total."
Para pemimpin Uni Eropa akan berkumpul untuk "pertemuan luar biasa" pada Hari Kamis untuk membahas rencana Trump untuk memberlakukan tarif, dengan laporan media menunjukkan para pemimpin Uni Eropa sedang mempersiapkan opsi respons nyata, termasuk kemungkinan pengaktifan kembali hingga 93 miliar euro (108 miliar dolar AS) tarif balasan.
BACA JUGA:
Juru bicara tersebut mengatakan, meskipun Uni Eropa memiliki instrumen-instrumen yang diperlukan untuk melindungi kepentingan ekonominya, termasuk instrumen anti-paksaan dan tarif pembalasan yang sebelumnya ditangguhkan, blok tersebut berfokus pada pencarian solusi melalui dialog.
"Kami ingin memastikan persatuan dan solidaritas Uni Eropa tetap terjaga semaksimal mungkin sehingga kami berada dalam posisi sekuat mungkin untuk mencapai hasil yang diinginkan," katanya.
Gill menambahkan, saat ini belum ada rencana pertemuan di Davos antara Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Trump yang direncanakan. Namun, katanya, "Saya tidak dapat mengesampingkan kemungkinan hal itu terjadi."