JAKARTA - Jamaah umroh asal Jakarta mengeluhkan fasilitas yang diberikan Dream Tour Travel/ Smart Tour tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Pasangan suami istri (pasutri) bersama anggota keluarganya, mengeluhkan hotel yang ditinggalinya. Mereka kecewa lantaran hotel yang didapat tidak sesuai yang ditawarkan, hotel setaraf bintang 3.
C dan M, inisial pasutri jamaah Dream Tour Travel, mengaku tidak mendapatkan haknya seperti yang dijanjikan.
“Dalam brosur tertulis bila hotel setaraf bintang 3. Tapi faktanya tidak demikian. Kaca meja pecah, membahayakan orang. Air di kamar mandi pun bermasalah. Intinya, apa yang terlihat secara keseluruhan di hotel, jauh dari setara bintang 3.” terang C, dalam perbincangan kepada VOI, Kamis, 15 Januari 2026.

Dijelaskan C, istrinya berusaha mengkonfirmasi pihak hotel yang ditempatinya, dan menanyakan kepada pihak hotel apakah bintang 3 atau bukan, jawabannya tidak.
"Saya sudah tanya ke pihak hotel, dan ternyata hotelnya bukan bintang 3. Padahal saya datang ke Dream Tour dan membeli paketnya, karena layanan dalam brosur." ujarnya.
Disampaikan C, ada jamaah lain dari Dream Tour juga mengeluhkan hal yang sama.

BACA JUGA:
Sebuah tangkapan layar dari grup WhatsApp memperlihatkan percakapan antar jamaah yang mengeluhkan kondisi hotel. Terlihat percakapan beberapa jamaah mengeluhkan toilet dan kondisi kamar yang tidak layak baginya.
“Kamar 438 di toilet-nya, air tergenang.”
“Kami gak berharap diperbaiki kondisi di kamarnya mba, karena tidak memungkinkan, kami berharap hotelnya yang diupgrade ke bintang 3, karena sesuai akad waktu kita pembayaran paket umroh sudah disebutkan bintang 3/ setaraf.” isi percakapan tersebut.

Menurut pengakuan C, pihak Dream Tour mengembalikan sejumlah uang sebagai pengganti hotel. Namun pihak C tidak berkenan menandatangani, karena dianggap bukan solusi.
C menyampaikan bahwa sebenarnya ia hanya menuntut haknya, sesuai yang ada di brosur (flyer) yang didapat.
"Kita (keluarga C) beli sesuai yang ada di flyer (brosur). Dan travel agen pun yang bapak tunjuk, Smart Tour, menyampaikan apa yang ada di dalam brosur. Saya bener-bener kecewa banget. Paket dibilang charity lah, saya gak mau." kata C dalam sebuah rekaman audio yang diterima.
Sementara itu, General Manager Hospitality Dream Tour Hendras Natanegara saat dikonfirmasi, belum memberi tanggapan meski sudah membalas pesan dari VOI.