Bagikan:

JAKARTA - Sekitar 100 penulis dan empat anggota dewan mengundurkan diri dari acara Writers Week di Festival Adelaide. Satu sponsor juga telah menarik diri dari festival seni terkemuka Australia itu.

Pengunduran diri massal itu buntut dilarang tampilnya penulis keturunan Australia-Palestina, Randa Abdel-Fattah dalam acara yang akan berlangsung dari 27 Februari hingga 15 Maret 2026 tersebut.

Mengutip Al Jazeera, Festival Adelaide mengkonfirmasi ketua dan tiga anggota dewannya, serta 100 penulis dari 124 peserta mengundurkan diri setelah membatalkan undangan Randa Abdel-Fattah dari Writers Week bulan Februari mendatang.

Direktur eksekutif festival, Julian Hobba, mengatakan bahwa badan seni tersebut "sedang menghadapi momen yang kompleks dan belum pernah terjadi sebelumnya", setelah "respons komunitas yang signifikan" terhadap keputusan dewan.

Pembatalan undangan tampil Abdel-Fattah diumumkan pada Kamis pekan lalu.

Dewan Festival Adelaide beralasan “tidak akan peka secara budaya untuk terus menampilkannya pada saat yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, begitu cepat setelah peristiwa Bondi”.

Adapun peristiwa Bondi merujuk pada penembakan massal saat Perayaan Hanukkah di Pantai Bondi, Australia, pada Minggu 14 Desember malam.

Kedua pelaku melepaskan tembakan ke arah kerumunan saat pesta perayaan itu berujung pada banyak korban jiwa dan luka-luka berjatuhan

Teror tersebut akan menjadi sangat parah jika tidak ada kemunculan Ahmed Al-Ahmed (43), seorang pria yang menyergap salah satu pelaku penembakan dan merebut senapan dari tangan pelaku. Al-Ahmed merupakan seorang Muslim Australia keturunan Suriah.