Bagikan:

JAKARTA - Ribuan warga negara bagian Queensland, Australia, mengalami pemadaman listrik pada Minggu 11 Januari, setelah dihantam Badai Koji.

Badan prakiraan cuaca Australia mengatakan, siklon tropis atau badai Koji yang masuk kategori satu membawa hujan ekstrem disertai angin kencang merusak wilayah di antara Kota Ayr dan Bowen, sekitar 500 kilometer di utara ibu kota negara bagian Brisbane, sebelum melemah menjadi tekanan rendah tropis.

Badai tersebut, dengan hembusan angin hingga 95 kph (59 mph) dan hujan lebat, kemudian menghantam kota-kota pesisir termasuk Mackay, pusat pariwisata dan pintu gerbang menuju Great Barrier Reef.

Perdana Menteri negara bagian Queensland, David Crisafulli mengatakan, sekitar 15.000 properti atau rumahn mati listrik akibat Badai Koji. Dampak becana alam itu juga merusak rumah dan perahu, serta menutup jalan.

Crisafulli menambahkan, Koji membawa curah hujan hingga 200 mm ke beberapa daerah pada Sabtu malam waktu setempat dan diperkirakan akan mengakibatkan hujan deras selama 24 hingga 48 jam ke depan.

"Ada kemungkinan banjir, warga Queensland akan mengatasinya," katanya dalam pernyataan yang disiarkan televisi dari Brisbane, dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menggambarkan banjir bandang sebagai "risiko besar" di sebagian besar wilayah pesisir Queensland.

Prakiraan cuaca mengatakan cuaca buruk kemungkinan akan berlanjut pada Mingguwaktu setempat sebelum mungkin mereda pada hari Senin.

Badai Koji datang setelah negara bagian itu dilanda Alfred pada bulan Maret, sebuah siklon tropis yang kekuatannya melemah, yang membawa angin kencang dan hujan lebat, serta memutus aliran listrik bagi ratusan ribu orang.