JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Waduk Batu Licin di Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Waduk yang sebelumnya bernama Waduk Giri Kencana ini dibuka untuk publik dan dapat dimanfaatkan warga sebagai ruang aktivitas, termasuk untuk memancing tanpa dipungut biaya.
"Silakan dimanfaatkan, termasuk untuk memancing, dan saya minta digratiskan tanpa pungutan. Namun, masyarakat juga harus bersama-sama menjaga fasilitas publik ini agar tetap tertata dan berkelanjutan," kata Pramono di lokasi, Senin, 12 Januari.
Waduk Batu Licin memiliki luas lahan sekitar 4,5 hektare dengan area tampungan air mencapai 2,7 hektare. Pramono menyebut, waduk ini tidak hanya difungsikan sebagai infrastruktur pengendali banjir, tetapi juga sebagai ruang publik bagi warga sekitar.
Pramono menjelaskan, pembangunan waduk merupakan bagian dari upaya pengelolaan sumber daya air untuk menekan risiko banjir dan genangan, khususnya di wilayah Jakarta Timur.
"Sejak awal menjabat, persoalan banjir menjadi salah satu perhatian utama saya. Karena itu, pembangunan waduk dilakukan secara serius dan terencana. Saat ini, terdapat sembilan waduk yang telah dibangun dan tersebar di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat, dengan tujuan utama mengurangi genangan di kawasan permukiman padat," ujarnya.
Berdasarkan keterangan warga, kawasan Cilangkap sebelumnya kerap tergenang saat hujan deras. Dengan kapasitas tampung sekitar 92.000 meter kubik dan kedalaman enam meter, Waduk Batu Licin dinilai mampu menekan potensi genangan secara signifikan.
Selain berfungsi sebagai tampungan air, waduk ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas publik, seperti jogging track, lapangan basket, musala, dan area rekreasi warga.
"Keberadaan waduk ini memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Selain berfungsi secara teknis, kawasan ini juga menjadi ruang publik yang nyaman. Saya berharap tujuh waduk lainnya yang sedang dan akan diresmikan dapat segera dimanfaatkan masyarakat," tambahnya.
Pramono menegaskan, pembangunan waduk merupakan bagian dari strategi jangka menengah pengendalian banjir yang sejalan dengan program normalisasi Sungai Ciliwung, Sungai Sunter, dan Kali Krukut.
"Dengan dukungan sistem pompa yang ada serta pemantauan harian terhadap curah hujan dan potensi rob, Alhamdulillah saat ini jika terjadi genangan, dalam waktu satu hingga satu setengah jam sudah dapat tertangani," jelasnya.
Ia menambahkan, sebelum waduk dibangun, kawasan tersebut belum memiliki area resapan dan tampungan air yang memadai. Kehadiran Waduk Batu Licin sebagai daerah tangkapan air baru diharapkan memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah sekitarnya.
Terkait pengembangan waduk di wilayah lain, Pramono menyebut lima waduk di Jakarta Timur telah rampung dibangun, disusul dua waduk di Jakarta Selatan dan dua waduk di Jakarta Barat. Waduk-waduk tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tampung air dan memperkuat ketahanan Jakarta terhadap banjir.