JAKARTA - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Senin 12 Januari dini hari. Hingga pukul 09.00 WIB, hujan masih terus turun dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya tinggi muka air (TMA) di sejumlah pintu air Sungai Ciliwung di wilayah Ibu Kota.
Berdasarkan pemantauan melalui situs resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, tercatat tiga pintu air telah naik ke status siaga 3 (waspada). Ketiga pintu air tersebut berada di Pos Krukut Hulu, Pos Pesanggrahan, dan Pos Cipinang Hulu.
Di Pos Krukut Hulu, status siaga tiga ditetapkan pada pukul 09.00 WIB. Saat itu, ketinggian muka air tercatat mencapai 180 sentimeter, seiring hujan yang terus mengguyur wilayah hulu dan sekitarnya.
Sementara itu, kondisi di Pos Pesanggrahan mengalami kenaikan lebih cepat. Pintu air ini telah berstatus siaga 3 sejak pukul 07.00 WIB dengan TMA 160 sentimeter. Dalam waktu sekitar dua jam, ketinggian air meningkat signifikan hingga 230 sentimeter, mencerminkan derasnya debit air dari wilayah hulu Sungai Pesanggrahan.
Adapun di Pos Cipinang Hulu, tinggi muka air juga menunjukkan tren kenaikan dan kini berada di level 170 sentimeter, sehingga ditetapkan berstatus siaga 3. Kondisi tersebut meningkatkan potensi genangan hingga banjir di wilayah hilir sungai, khususnya permukiman padat penduduk.
Tak hanya itu, dua pintu air lainnya, yakni Pintu Air Pasar Ikan dan Pos Sunter Hulu, bahkan telah naik ke status siaga 2. Status ini menandakan tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi dan memerlukan kesiapsiagaan ekstra dari pemerintah daerah serta masyarakat di kawasan rawan banjir.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan terkait kondisi cuaca nasional pada periode 9-12 Januari 2026. BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jakarta dan sekitarnya.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan kondisi pintu air dan cuaca. Masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi dari BPBD dan BMKG guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.