Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo berencana untuk membangun sabo dam di sejumlah wilayah hulu pascabanjir bandang Sumatera pada akhir November 2025 lalu.

Rencananya, pembangunan sabo dam akan dilakukan di wilayah Gayo Lues (Provinsi Aceh) dan Agam (Sumatera Barat).

Menurut Dody, hal itu diperlukan lantaran baru-baru ini wilayah Gayo Lues mengalami longsor usai diterjang hujan deras.

"Sebetulnya kami terlambat karena seperti Pak Tito (Menteri Dalam Negeri) bilang memang Gayo Lues itu hulu, makanya kemarin saya buru-buru harus ke Gayo Lues karena begitu jalan itu longsor saya cukup kaget kenapa bisa longsor," ujar Dody dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Pemulihan Bencana DPR RI dengan Pemerintah, dipantau secara daring di YouTube TV Parlemen, Sabtu, 10 Januari.

"Akhirnya saya tahu memang butuh sabo dam di situ," sambungnya.

Tak hanya di Gayo Lues, kata Dody, pihaknya berencana untuk membangun sabo dam juga di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

"Sabo dam tidak hanya akan dibangun di Gayo Lues, tetapi juga beberapa tempat lain di Agam," kata dia.

Harapannya, Dody bilang, ke depan di wilayah-wilayah tersebut tidak akan lagi terjadi longsor apabila dilanda hujan deras.

"Jadi harapannya memang ke depan manakala hujan besar, lumpur, sedimen maupun kayu bisa tertahan di hulu. Jadi, daerah-daerah bawah seperti Aceh Tamiang dan seterusnya itu bisa aman," ucap Dody

Dengan adanya rencana pembangunan sabo dam tersebut, lanjut Dody, diperlukan tambahan anggaran hingga Rp74 triliun dari anggaran pemulihan infrastruktur semula di tiga provinsi terdampak sebesar Rp51 triliun.

"Itu sebabnya kemudian anggaran kami akan sedikit naik dari awalnya cuman Rp51 triliun jadi hampir Rp74 triliun, tapi ini akan saya diskusikan dengan Pak Tito," imbuhnya.