JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mendukung rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membongkar tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Ia menilai langkah tersebut sudah tepat mengingat proyek monorel itu telah lama terbengkalai. Menurut Wibi, keberadaan tiang monorel yang tidak difungsikan selama bertahun-tahun justru menimbulkan kesan semrawut di salah satu kawasan utama Ibu Kota.
"Itu sudah terbengkalai cukup lama, 20 tahun dan menjadi satu pandangan yang kurang layak untuk dilihat. Segera saja dilaksanakan, jangan terlalu panjang, lebar. Laksanakan segera,” kata Wibi kepada wartawan, Jumat, 9 Januari.
Meski demikian, Wibi mengingatkan agar aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam proses pembongkaran tiang monorel tersebut. Menurutnya, faktor keamanan pekerja tidak boleh diabaikan.
"Yang pertama dari sektor faktor keamanan itu penting. Keamanan pekerja juga harus diperhatikan. Jangan sampai dalam hal pembersihan ini mengakibatkan permasalahan lain," ucap Wibi.
Selain soal keselamatan, ia juga menyoroti potensi dampak pembongkaran terhadap arus lalu lintas di Jalan Rasuna Said yang cukup padat. "Yang kedua masalah kemacetan. Kalau bisa dilaksanakan pada malam hari, jangan pada jam-jam sibuk," lanjutnya.
Pemprov DKI Jakarta akan melaksanakan pembongkaran tiang bekas proyek monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said dalam waktu dekat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pembongkaran tiang monorel mangkrak di Rasuna Said dipercepat dari rencana awal. Tiang itu bakal mulai dibongkar pekan depan.
Pemprov DKI mengalokasikan anggaran hingga Rp100 miliar untuk melakukan pembongkaran tiang bekas proyek monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said beserta penataan kawasannya.
Pembiayaan dialokasikan langsung dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2026. Ia optimis Pemprov DKI memiliki anggaran tersebut meski masih di awal tahun.
"Totalnya sekitar Rp100 miliar. Dibayarnya kan enggak di awal tahun. tergantung proses," ungkap Kepala Dinas Binar Marga DKI Jakarta Heru Suwondo.
Pada tahap awal, pembongkaran akan dilakukan oleh Pasukan Kuning Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Heru menegaskan pihaknya siap untuk langsung membongkar tiang bekas proyek monorel yang tak selesai tersebut.
"Kalau kita mah sudah siap saja. Jadi karena permintaan Pak Gub untuk dibongkar hari Rabu pekan depan, ya kita jalankan. Karena kan sudah dipenuhi semua aturannya. Jadi ya kita akan lakukan pembongkaran dan kita akan tata Jalan Rasuna Said," ungkap Heru.
BACA JUGA:
Dalam pembongkaran tiang tersebut, Pemprov DKI juga sekaligus melakukan penataan trotoar hingga perbaikan jalan. Nantinya, tak ada lagi pemisah antara jalur cepat dan jalur lambat karena tiang yang berada di tengah-tengah lajur telah dibongkar.
"Nantinya pemisah jalur cepat dan jalur lambat akan hilang, sama seperti di sisi barat Jalan Rasuna Said. Di sana kan jalan dan trotoarnya sudah rapi. Jadi kita akan nata jalannya sama seperti Rasuna Said sisi barat. Di mana ada satu jalur busway, tiga jalur reguler. Sisi timur akan kita buat sama seperti itu," imbuhnya.