Bagikan:

JAKARTA - Sebanyak 100 orang tewas dalam agresi militer Amerika Serikat (AS) berujung penculikan Presiden Nicolas Maduro dari kediamannya di Ciracas.

Mengutip Reuters, Kamis 8 Januari, angka kematian akibat operasi militer AS tersebut diumumkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Venezuela, Diosdado Cabello.

Ini pengumuman perdana Pemerintah Venezuela dalam memberikan angka pasti untuk korban tewas akibat serangan AS.

Sebelumnya, militer Venezuela mengunggah informasi terkait 23 daftar korban jiwa dari tentara .

Menurut pejabat Venezuela, sebagian besar pasukan penjaga keamanan presiden Maduro dibunuh "dengan kejam,".

Terpisah, Kuba juga mengumumkan sebanyak 32 anggota militer dan dinas intelijennya di Venezuela tewas imbas operasi militer gagasan Presiden AS Donald Trump ini.