Bagikan:

JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan DKI jakarta Syafrin Liputo memastikan pelaksanaan pembongkaran tiang bekas proyek monorel yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said tidak akan berdampak pada penutupan jalan.

Syafrin menyebut, pekerjaan pembongkaran oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta pada sisi timur Jalan Rasuna Said hanya menggunakan median jalur lambat.

"Lalu lintasnya kita akan lakukan semacam pengalihan arus. Di sana kan ada dua lajur, ada jalur lambat, ada jalur cepat. Jadi pada saat alat berat masuk, itu akan berada di sisi jalur lambat. Sementara jalur cepat itu tetap berfungsi," kata Syafrin di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 7 Januari.

Pekerjaan ini, lanjut Syafrin, akan dikerjakan pada malam hari ketika volume kendaraan yang melintasi Jalan Rasuna Said menurun. Dishub juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait rekayasa lalu lintas penyempitan jalan selama proses pembongkaran.

"Kami koordinasi terus terkait dengan itu. Oleh sebab itu, tidak ada penutupan jalan, yang ada penggunaan jalur lambat untuk penempatan alat berat pada saat pelaksanaan pembongkaran," ujar Syafrin.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menyebut terdapar 98 tiang bekas proyek monorel yang akan dibongkar di sepanjang Jalan Rasuna Said. Pemprov DKI mengalokasikan anggaran hingga Rp100 miliar untuk melakukan pembongkaran sekaligus penataan kawasan.

Heru menyebut, pembiayaan dialokasikan langsung dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2026. Ia optimis Pemprov DKI memiliki anggaran tersebut meski masih di awal tahun.

"Totalnya sekitar Rp100 miliar. Dibayarnya kan enggak di awal tahun. tergantung proses," ungkap Heru.

Heru mengungkap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pembongkaran tiang monorel mangkrak di Rasuna Said dipercepat dari rencana awal.

Pada tahap awal, pembongkaran akan dilakukan oleh Pasukan Kuning Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Heru menegaskan pihaknya siap untuk langsung membongkar tiang bekas proyek monorel yang tak selesai tersebut.

"Kalau kita mah sudah siap saja. Jadi karena permintaan Pak Gubernur untuk dibongkar hari Rabu pekan depan, ya kita jalankan. Karena kan sudah dipenuhi semua aturannya. Jadi ya kita akan lakukan pembongkaran dan kita akan tata Jalan Rasuna Said," ungkap Heru.

Dalam pembongkaran tiang tersebut, Pemprov DKI juga sekaligus melakukan penataan trotoar hingga perbaikan jalan. Nantinya, tak ada lagi pemisah antara jalur cepat dan jalur lambat karena tiang yang berada di tengah-tengah lajur telah dibongkar.

"Nantinya pemisah jalur cepat dan jalur lambat akan hilang, sama seperti di sisi barat Jalan Rasuna Said. Di sana kan jalan dan trotoarnya sudah rapi," tutur dia.