JAKARTA - Gangguan serius terjadi pada ekspor minyak Venezuela menyusul operasi militer Amerika Serikat di negara tersebut, menyebabkan aktivitas pengiriman minyak mentah nyaris terhenti.
Blokade kapal tanker yang dikenai sanksi oleh pemerintah AS membuat jadwal pengiriman terhambat, sehingga perusahaan minyak Venezuela menghadapi ketidakpastian operasional yang besar dan potensi penurunan produksi.
Menurut laporan Reuters, mengutip empat sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya, ekspor minyak Venezuela lumpuh karena para kapten pelabuhan belum menerima izin keberangkatan bagi kapal-kapal bermuatan.
BACA JUGA:
Sejumlah kapal pengangkut minyak mentah yang semula dijadwalkan berlayar ke Amerika Serikat dan Asia, kini tertahan di pelabuhan, menurut data yang dikutip dari layanan pelacakan kapal TankerTrackers.
Beberapa kapal lain meninggalkan pelabuhan dalam keadaan kosong, dan secara khusus, tidak ada kapal tanker yang memuat muatan di pelabuhan minyak utama negara itu di Jose pada Sabtu.
Reuters menambahkan, penghentian ekspor ini bisa memaksa Venezuela untuk mengurangi produksi minyak lebih lanjut. Sebelumnya, Wall Street Journal melaporkan, berdasarkan data pelacakan kapal dan pialang maritim, bahwa sebuah kapal tanker yang menuju Venezuela untuk mengangkut minyak telah mengubah haluannya dan kini menuju Nigeria. Empat kapal lainnya dilaporkan berhenti berlayar setelah serangan AS.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu menyatakan bahwa AS telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, sementara Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan dibawa keluar dari negara itu. Sejumlah media memberitakan ledakan di Caracas dan menyebut bahwa operasi itu dilakukan oleh anggota unit elite Delta Force.