Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada Hari Selasa, Teheran telah menetapkan Angkatan Laut Kerajaan Kanada sebagai organisasi teroris, sebagai respons timbal balik terhadap keputusan Ottawa sebelumnya untuk memasukkan IRGC (Korps Garda Revolusi) Iran sebagai entitas teroris.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri mengatakan langkah tersebut diambil berdasarkan hukum domestik yang mewajibkan tindakan balasan terhadap negara-negara yang mendukung atau mengikuti penetapan IRGC oleh Amerika Serikat sebagai organisasi teroris.

Kementerian mengatakan keputusan Kanada melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional dengan mencap cabang resmi Angkatan Bersenjata Iran sebagai kelompok teroris, seperti dikutip dari IRNA (31/12).

Diketahui, Kanada memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pada tahun 2012. Pada Juni tahun lalu, Ottawa memasukkan IRGC sebagai organisasi teroris, langkah yang menuai kecaman keras dari Teheran.

Negeri Para Mullah telah berulang kali menolak penetapan tersebut, dengan mengatakan penetapan tersebut tidak memiliki dasar hukum dan merusak norma-norma internasional yang mengatur hubungan antar negara.

Seiring penetapan tersebut, Kanada melarang melarang anggota IRGC memasuki wilayahnya dan warga Kanada dilarang melakukan transaksi apa pun dengan anggota individu atau kelompok tersebut, seperti melansir Al Arabiya dari AFP.

Selain itu, aset apa pun yang dimiliki IRGC atau anggotanya di Kanada juga dapat disita.

Kanada menuduh IRGC "secara konsisten menunjukkan pengabaian terhadap hak asasi manusia baik di dalam maupun di luar Iran, serta kemauan untuk menggoyahkan tatanan internasional berbasis aturan."

Salah satu alasan di balik keputusan Ottawa untuk menetapkan pasukan tersebut sebagai kelompok teroris adalah insiden Penerbangan PS752.

Penerbangan tersebut ditembak jatuh tak lama setelah lepas landas dari Teheran pada Januari 2020, menewaskan seluruh 176 penumpang dan awak, termasuk 85 warga negara Kanada dan penduduk tetap.

IRGC mengakui pasukannya menembak jatuh jet tersebut, tetapi mengklaim pengendali mereka salah mengira jet tersebut sebagai target musuh.