JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan pada Hari Senin, Hamas akan menghadapi "konsekuensi berat" jika tidak segera melucuti senjata sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina, yang dinilainya telah dipatuhi Israel.
"Jika mereka tidak melucuti senjata seperti yang telah mereka sepakati, maka akan ada konsekuensi berat bagi mereka," kata Presiden Trump dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Florida, melansir Al Arabiya dari AFP (30/12).
"Mereka harus melucuti senjata dalam waktu yang cukup singkat," tegas Presiden Trump.
Presiden AS secara terbuka memberikan dukungannya kepada Netanyahu, yang telah mengambil sikap keras untuk melanjutkan ke tahap berikutnya dari rencana gencatan senjata Gaza.
"Saya tidak khawatir tentang apa pun yang dilakukan Israel," kata Presiden Trump.
"Saya khawatir tentang apa yang dilakukan atau mungkin tidak dilakukan oleh orang lain. Tapi saya tidak khawatir. Mereka telah memenuhi rencana tersebut," tandasnya.
Sebelumnya, Sayap militer kelompok militan Hamas pada Hari Senin menegaskan kembali, mereka tidak akan menyerahkan senjatanya, isu kunci yang diperkirakan akan dibahas dalam pembicaraan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, selama masih ada tentara Israel di wilayah Palestina.
"Rakyat kami membela diri dan tidak akan menyerahkan senjata mereka selama pendudukan masih berlangsung," kata juru bicara baru Brigade Izzuddin Al-Qassam, yang telah mengadopsi nama mendiang pendahulunya Abu Obeida, dalam sebuah pernyataan video.
Presiden Trump diperkirakan akan mendorong kemajuan dalam gencatan senjata yang terhenti di Jalur Gaza, ketika menerima Netanyahu pada Hari Senin di Mar-a-Lago, Florida miliknya untuk pembicaraan yang akan mencakup kekhawatiran Israel atas Hizbullah di Lebanon dan Iran.
Mengenai Gaza, Israel dan Hamas menyetujui rencana Presiden Trump untuk mengakhiri perang pada Bulan Oktober, yang pada akhirnya membuat Israel menarik diri dari Gaza, sementara Hamas menyerahkan senjatanya dan melepaskan peran pemerintahan di wilayah tersebut.
Tahap pertama gencatan senjata mencakup penarikan sebagian pasukan Israel, peningkatan bantuan, dan pertukaran sandera dengan tahanan dan narapidana Palestina.
Seorang pejabat Israel di lingkaran Netanyahu mengatakan, perdana menteri akan menuntut agar fase pertama gencatan senjata diselesaikan dengan Hamas mengembalikan jenazah sandera Israel terakhir yang tersisa di Gaza, sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya.
BACA JUGA:
Israel dan Hamas sendiri saling menuduh melakukan pelanggaran besar terhadap kesepakatan tersebut dan tampaknya belum juga sepakat untuk menerima langkah-langkah yang jauh lebih sulit yang direncanakan untuk fase selanjutnya.
Hamas, yang menolak untuk melucuti senjata, telah menegaskan kembali kendalinya karena pasukan Israel tetap bertahan di sekitar setengah wilayah tersebut.
Sedangkan Israel telah mengindikasikan, jika Hamas tidak dilucuti senjatanya secara damai, Israel akan melanjutkan aksi militer untuk memaksa Hamas melakukannya.