Bagikan:

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Hari Minggu, "tidak ada batas waktu, tidak ada garis keras" bagi kelompok militan Palestina Hamas untuk melucuti senjatanya berdasarkan kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza yang ditengahi negaranya.

Berbicara kepada Fox News, Presiden Trump mengakui meskipun kelompok tersebut telah berjanji untuk menyerahkan senjatanya, Ia menekankan sifat kawasan yang mudah bergejolak dan membuka kemungkinan "beberapa pihak lain", termasuk Israel, yang didukung AS, untuk bertindak atas nama mereka.

"Mereka berjanji akan melakukannya. Mereka mengatakan akan melakukannya. Sudah pasti mereka akan melakukannya," katanya, seperti melansir The National 20 Oktober.

Ketika ditanya apakah ada tenggat waktu tertentu, Trump menjawab: "Jika terpaksa, kami akan melucuti senjata mereka. Entah itu saya, AS, atau proksi, bisa jadi Israel dengan dukungan kami, kami tidak akan mengerahkan pasukan darat. Tidak ada alasan untuk itu," ujarnya.

Komentar tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap fase selanjutnya dari implementasi paket gencatan senjata dan rencana perdamaian yang lebih luas yang diperkenalkan oleh Pemerintahan Presiden Trump. Gencatan senjata baru tersebut berlaku efektif pada 11 Oktober dan menghentikan perang selama dua tahun.

Tetapi, Israel dan Kelompok Hamas telah saling menuduh melanggar gencatan senjata sejak saat itu.

Presiden Trump mengatakan kesepakatan gencatan senjata "dihormati oleh semua orang", dan mendapat dukungan dari negara-negara Arab dan Muslim.

Mengenai rekonstruksi Gaza, Presiden Trump merujuk pada rencananya di Bulan Februari yang banyak dikritik untuk mengambil alih wilayah tersebut dan merelokasi penduduk Palestina secara permanen, mengatakan Ia awalnya menginginkan Mesir dan Yordania "yang memiliki banyak lahan tepat di sebelahnya", untuk menampung mereka yang terusir dari Gaza.

"Semuanya hanya puing-puing, jadi tidak terlalu sulit untuk mengatasinya, dan kami akan membangun rumah yang dibiayai oleh negara-negara terkaya" di kawasan itu, katanya.

Ia menguraikan visi untuk mengubah daerah kantong yang dilanda perang itu menjadi "tempat kebebasan" di masa depan.

Presiden Trump menambahkan, sebuah "dewan perdamaian" sedang dibentuk untuk mengawasi rekonstruksi dan stabilitas regional dan bahwa ia telah diminta untuk memimpinnya.

"Perdamaian di Timur Tengah adalah hal yang besar. Saya telah mendengar istilah itu sepanjang hidup saya. Perdamaian di Timur Tengah, selama 3.000 tahun hal itu belum terjadi," katanya.

Ketika ditanya apakah Ia harus bergantung pada Qatar untuk menekan Hamas agar menerima kesepakatan gencatan senjatanya, Presiden Trump berkata: "Saya tidak perlu terlalu banyak berargumen karena mereka adalah orang-orang yang sangat cerdas."