ACEH - Dapur lapangan milik Brimob Polri di kawasan Islamic Center Kuala Simpang, Aceh Tamiang, semakin hari mengalami penurunan penerima manfaat.
Saat awal berdiri, dua pekan lalu, menurut Komandan Tim Dapur Lapangan Sat Brimob Polda Sumatera Selatan, AKP D. Wawan, jumlah permintaan makanan bisa mencapai 500 porsi per hari, namun saat ini turun menjadi kurang lebih 300 porsi per hari.

Hal tersebut bukan lantaran menu yang terbatas berupa nasi dengan lauk telur serta nasi ikan sarden, menurut Wawan pada Selasa, 23 Desember, hal tersebut dikarenakan warga terdampak bencana di Aceh Tamiang sudah banyak mendapat bantuan makanan, bahkan sudah ada warga yang bisa memasak sendiri.
Masih menurut Wawan, masih ada sejumlah warga yang mengambil nasinya, sementara mereka memasak lauk sendiri.

Selain dapur umum, Brimob Polri juga menyiagakan mobil pengolah air bersih (water treatment) guna memenuhi kebutuhan air minum pengungsi dan relawan.
Dalam sehari, unit pengolah air tersebut mampu memproduksi hingga 16 ribu liter air layak minum, dengan kapasitas sekitar 200 liter per jam dan dioperasikan selama 20 jam setiap hari.