Bagikan:

BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al Haythar menemui Konsul Amerika Serikat (AS) untuk Sumatera, Lisa Podolny guna membahas penanganan pascabencana di Aceh serta peluang penguatan kerja sama di berbagai bidang.

Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Wali Nanggroe Aceh, Zulfikar Idris mengatakan, pertemuan tersebut berlangsung setelah Tgk Malik Mahmud mengunjungi Kabupaten Aceh Tamiang, wilayah yang paling parah terdampak bencana, didampingi Staf Khusus Wali Nanggroe Dr Muhammad Raviq.

Menurut Zulfikar, salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan adalah penanganan pascabencana banjir dan longsor di Aceh, termasuk penguatan kerja sama kemanusiaan dan ketahanan iklim antara Aceh dan Amerika Serikat.

Dalam pertemuan itu, Tgk Malik Mahmud menyampaikan apresiasi atas perhatian dan solidaritas yang ditunjukkan perwakilan diplomatik Amerika Serikat kepada masyarakat Aceh.

Ia menilai empati dan dukungan internasional memiliki arti penting bagi masyarakat yang masih berjuang menghadapi kehilangan, pengungsian, serta kerusakan lingkungan akibat bencana alam.

Salah satu hal utama yang disoroti adalah kebutuhan mendesak terhadap akses air minum bersih di wilayah terdampak.

Tgk Malik menekankan pentingnya dukungan sistem pengolahan air minum portabel karena banyak sumber air tercemar pascabanjir dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan lanjutan.

“Air bersih adalah kebutuhan kemanusiaan yang mendasar, sekaligus fondasi pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana,” kata Tgk Malik Mahmud dikutip dari Antara, Selasa, 23 Desember.

Selain penanganan bencana, pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama konkret di bidang pendidikan, kesehatan masyarakat, dan perlindungan lingkungan.

Menurut Tgk Malik, sektor-sektor tersebut semakin strategis untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi bencana yang intensitasnya kian meningkat seiring dampak perubahan iklim.