JAKARTA - Indonesia siap membawa organisasi kerja sama ekonomi D8 semakin dikenal dan semakin berperan di panggung internasional, kata Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Tri Tharyat, Hari Jumat.
Berbicara dalam kegiatan "Ngobras Diplomasi, Keketuaan Indonesia di D-8: Menguatkan Solidaritas dan Kerja Sama di Global South", Duta Besar Tri mengatakan, Indonesia siap menjabat Presidensi D-8, yang secara efektif dimulai pada 1 Januari 2026 mendatang.
"Yang kita harapkan, D-8 semakin memainkan peran penting di presidensi Indonesia, lebih dikenal dan juga secara nasional memiliki manfaat yang positif bagi negara kita," ujarnya dalam acara yang digelar di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jummat (19/12).
Dalam presidensi kali ini, Indonesia mengusung tema "Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity and Cooperation for Shared Prosperity."
Dijelaskannya, tema ini dipilih guna memperkuat platform kerja sama ekonomi Selatan-Selatan, sejalan dengan Dasasila Bandung, serta mempertimbangkan pentingnya solidaritas dan kemandirian ekonomi antarnegara berkembang.
Prioritas keketuaan Indonesia dalam presidensi mendatang meliputi; integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan ekonomi halal, konektivitas an transformasi digital, blue economy dan transisi hijau, serta reformasi organisasi D8.
Lebih jauh dijelaskannya, Indonesia juga akan mendorong peran politik dan peningkatan ekonomi, termasuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta industri halal, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Duta Besar Tri mengatakan, dalam presidensi mendatang, Indonesia rencananya menggelar bisnis forum yang disambut baik oleh seluruh negara anggota, setelah dalam periode presidensi sebelumnya tidak ada.
"Juga akan ada Halal Expo, antusiasmenya tinggi sekali dari negara-negara lain," tandas Duta Besar Tri.
Diketahui, KTT ke-12 D8 akan digelar di Jakarta pada 15 April 2026. Itu didahului dengan pertemuan tingkat komisioner atau pejabat tinggi pada 12-13 April, serta pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri pada 14 April. KTT mendatang diharapkan dapat menghasilkan "Jakarta Declaration".
Selain itu, juga akan ada sesi khusus mengenai Palestina sebagai bentuk komitmen kemanusiaan dan solidaritas. Sesi khusus juga diharapkan mampu menghasilkan "Joint Declaration".
BACA JUGA:
Juga direncanakan gelaran Business and Investment Forum yang digelar pada 14 April 2026, serta D-8 Halal Expo pada 14-16 April 2026.
"Indonesia siap menjalani presidensi D-8," pungkas Duta Besar Tri.
Diketahui, didirikan pada tahun 1997, anggota D-8 saat ini meliputi Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan dan Turki.