JAKARTA - Otoritas Mesir menerima pengembalian 17 artefak kuno yang berasal dari berbagai periode sejarah dari Australia akhir bulan lalu.
Kementerian Luar Negeri Mesir dalam pernyataannya mengatakan, Wakil Menteri Luar Negeri Nabil Habashi bertemu dengan Menteri Dalam Negeri, Imigrasi, dan Seni Australia Tony Burke, menandatangani dokumen terkait pengembalian 17 artefak Firaun langka ke Mesir.
Kementerian tidak mengklarifikasi detail tentang artefak atau bagaimana artefak tersebut dibawa keluar dari Mesir.
Namun, warisan arkeologi Mesir yang kaya telah menjadi sasaran penjarahan dan pencurian di berbagai periode sejarah, dan pihak berwenang telah berupaya untuk memulihkan artefak yang dicuri.
Habashi menyambut baik keputusan Pemerintah Australia untuk menyerahkan artefak tersebut kepada Mesir, seperti dilansir dari Anadolu (10/12).
Ia mengatakan, keputusan tersebut datang pada waktu yang penting, bertepatan dengan peringatan 75 tahun berdirinya hubungan diplomatik antara Mesir dan Australia.
Keputusan tersebut merupakan "hasil dari upaya tindak lanjut oleh Kedutaan Besar Mesir di Canberra dan Konsulat Jenderal di Sydney, berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Purbakala, terkait kasus yang sedang ditangani oleh pengadilan Australia sejak tahun 2019," demikian pernyataan tersebut.
Kasus tersebut berakhir dengan putusan Mahkamah Agung Australia pada 3 September 2025, yang memerintahkan Pemerintah Australia untuk menyita 17 artefak tersebut, yang sebelumnya berada di tangan sebuah perusahaan swasta, dan mengembalikannya ke negara asalnya.
Menteri Tony Burke mengatakan pengembalian penting ini termasuk artefak yang tak ternilai dan tak tergantikan.
BACA JUGA:
"Benda-benda ini memiliki arti arkeologis, historis, dan ilmiah yang sangat penting bagi Mesir," ujarnya mengutip pernyataan di situs kementerian yang dipimpinnya.
"Pemerintah Australia memiliki pandangan tegas tentang pengembalian benda-benda warisan budaya yang dicuri. Jika pencurian dilakukan terhadap warga Australia, kami ingin benda-benda tersebut dikembalikan. Dan jika Australia menahan benda-benda yang seharusnya tidak kami tahan, kami ingin membantu pengembaliannya," tandasnya.
Diketahui, Mesir terkenal dengan barang-barang antik kunonya dan merupakan rumah bagi Piramida Khufu, salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno.