YOGYAKARTA - Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan tidak ada penutupan destinasi wisata menjelang maupun selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Seluruh objek wisata dipastikan tetap beroperasi seperti biasa.
"Kami menegaskan bahwa tidak ada penutupan yang dilakukan terhadap destinasi wisata, semua destinasi wisata tetap beroperasi seperti biasa," ujar Kepala Dispar DIY Imam Pratanadi dalam keterangan resmi yang diterima di Yogyakarta, Antara, Kamis, 11 Desember.
Pernyataan itu disampaikan Imam merespons informasi mengenai kerawanan tanah longsor di sejumlah kawasan wisata DIY.
Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, terdapat tiga wilayah yang berpotensi rawan longsor, yaitu Perbukitan Menoreh, Pegunungan Sewu, serta Perbukitan Patuk–Imogiri. Ketiganya mencakup beberapa destinasi wisata populer.
Meski demikian, seluruh destinasi di kawasan tersebut dipastikan aman untuk dikunjungi. Imam menegaskan temuan kerawanan itu merupakan bagian dari pemetaan rutin mitigasi bencana.
"Kejadian tanah longsor merupakan fenomena alam yang tidak dapat diprediksi secara pasti. Oleh karena itu, pemetaan kawasan yang berpotensi rawan longsor merupakan prosedur standar dalam upaya mitigasi bencana," katanya.
Ia menyebut, sejak 2023, kejadian longsor di destinasi wisata hanya tercatat terjadi di area parkir Tebing Breksi. Peristiwa lainnya tidak terjadi di dalam area destinasi sehingga tidak berdampak pada operasional wisata.
Upaya mitigasi di kawasan rawan longsor, menurut Imam, telah dilakukan bersama Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota, BPBD DIY, Satpol PP, TNI/Polri, pengelola destinasi, serta masyarakat setempat. Pengawasan dilakukan secara intensif.
Selain itu, Dispar DIY juga telah meminta pengelola wisata dan desa wisata menyiapkan rambu penunjuk arah dan rambu peringatan, memastikan peralatan keselamatan berfungsi, serta memantau situasi cuaca secara real time melalui CCTV dan informasi BMKG.
BACA JUGA:
Imam mengimbau wisatawan tetap tenang dalam merencanakan perjalanan.
"Keamanan, keselamatan, dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas utama kami, dan setiap potensi risiko akan ditangani sesuai prosedur mitigasi yang telah disiapkan," ujarnya.