Bagikan:

JAKARTA - Kepala Program Asi Ranjau di Wilayah Palestina yang Diduduki Julius Van der Walt memperingatkan, sisa-sisa perang dan amunisi yang belum meledak menghambat kembalinya kehidupan normal di Gaza, dengan anak-anak menjadi yang paling berisiko.

Dalam pernyataan pers Hari Rabu ia mengatakan, amunisi yang belum meledak di Gaza menimbulkan ancaman serius bagi warga sipil, terutama karena ratusan ribu orang kembali ke rumah dan lingkungan mereka setelah gencatan senjata.

Van der Walt mencatat, lebih dari dua tahun serangan intensif Israel di Jalur Gaza telah menyebabkan kontaminasi yang meluas dengan bahan peledak, yang berdampak negatif pada pengiriman bantuan kemanusiaan, memperlambat pemulihan sektor tersebut, dan membuat pekerjaan rekonstruksi sangat berbahaya, selain secara langsung mengancam nyawa warga sipil, dikutip dari WAFA (11/12).

Lebih jauh dijelaskannya, tim PBB menghadapi bahaya bahan peledak hampir setiap hari di berbagai wilayah Jalur Gaza, dan keluarga yang berpindah-pindah di dalam Gaza berisiko terkena bahan-bahan tersebut.

Ia menekankan, anak-anak adalah yang paling rentan, seperti halnya di sebagian besar zona konflik di seluruh dunia, karena rasa ingin tahu mereka dan kecenderungan untuk menyentuh bahan peledak yang belum meledak tanpa memahami bahayanya.

Pejabat PBB tersebut mencatat, tidak ada data pasti tentang sejauh mana kontaminasi bahan peledak di Gaza, meskipun indikator kuat menunjukkan keberadaannya yang meluas di sebagian besar wilayah.

Van der Walt mengungkapkan, Layanan Aksi Ranjau PBB (UNMAS) telah beroperasi di Gaza sejak Oktober 2023.

Sejak saat itu, Van der Walt mengatakan lebih dari 650 benda berbahaya telah diidentifikasi di daerah-daerah yang dapat diakses oleh tim, dengan sebagian besar berupa bahan peledak yang belum meledak dan alat peledak rakitan.

Van der Walt menyoroti, wilayah geografis Gaza yang kecil dan kepadatan penduduk yang tinggi membuat situasi lebih kompleks dibandingkan dengan zona konflik lain seperti Suriah dan Lebanon.

Van Der Walt menekankan, menghindari sisa-sisa bahan peledak hampir tidak mungkin dalam kondisi ini, dan bahkan sisa-sisa kecil pun dapat menyebabkan bencana besar.

Ia memperingatkan, warga yang kembali ke rumah mereka harus sangat berhati-hati dan segera melaporkan setiap benda yang mencurigakan atau bergerak.

Benda-benda ini sangat sensitif dan dapat meledak kapan saja, berpotensi menyebabkan kematian atau cedera serius, serta melepaskan zat beracun, kata Van der Walt.