JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri belum bisa mengidentifikasi 26 korban yang ditemukan meninggal dunia akibat banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta mengatakan bagi masyarakat yang kehilangan pihak keluarga diminta menghubungi layanan 100 atau datang ke posko-posko yang ada baik di Rumah Sakit Bhayangkara dan Posko Kesehatan di Palembayan.
"Hubungi layanan 100 atau datang ke posko-posko yang ada baik di Rumah Sakit Bhayangkara dan Posko Kesehatan di Palembayan," katanya dilansir ANTARA, Kamis, 4 Desember.
Ia mengatakan sebelum 26 korban ini dimakamkan nanti sudah ada proses uji DNA korban. Hal itu untuk memastikan keluarga yang hilang dan untuk memastikan itu keluarga siapa.
"Apabila sudah ada uji DNA, maka bisa diketahui korban tersebut (siapa)," katanya.
Ia mengakui tempat penyimpanan jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara kurang beberapa waktu yang lalu. Tetapi setelah dikoordinasi dengan BNPB dan Polda Riau, maka dibantu alat atau kontainer pendingin.
"Sekarang sudah bisa dilakukan penyimpanan jenazah sampai keluar hasil tes DNA," katanya.
Saat ini pencarian korban yang masih hilang tetap berlanjut dan pencarian akan dievaluasi nanti.
Pencarian korban juga dibantu empat unit ekskavator karena beberapa tempat tidak bisa pencarian dengan manual.
Setelah itu melibatkan K9 sebanyak 10 anjing bantuan Mabes Polri dan K9 mempunyai kemampuan sampai 50 meter bisa mengendus.
"Apabila ada mayat di lokasi, maka K9 ke lokasi dan dilakukan pembongkaran oleh tim SAR Polri, TNI, dan Basarnas," kata Kapolda Sumbar.