JAKARTA - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan siap jika dievaluasi Presiden Prabowo Subianto buntut bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera, yang diduga akibat kerusakan lingkungan dan penebangan pohon secara massif.
Hal itu disampaikan Raja Juli menanggapi desakan mundur dari kabinet, sebagaimana yang dilakukan menteri di Filipina jika gagal dalam mengawasi hutan. Raja Juli menilai jabatan hanyalah titipan.
"Saya yakin ya namanya kekuasaan itu milik Allah dan itu hak prerogatif Presiden. Jadi saya siap dievaluasi," ujar Raja Juli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Desember.
Raja Juli menganggap desakan mundur di media sosial merupakan aspirasi atas kekecewaan publik terhadap pemerintah terkait bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dia memastikan akan bertanggung jawab dan bekerja maksimal dalam upaya menanggulangi bencana ini.
Selebihnya, Raja Juli menyerahkan keputusan terkait evaluasi kinerjanya kepada Presiden Prabowo. Sebab pergantian menteri merupakan hak prerogatif presiden.
"Saya katakan tadi, kritik netizen kepada saya, saya gak pernah hapus ya, itu bagian dari aspirasi, kemarahan, itu bahkan mungkin harapan, ekspektasi," kata Raja Juli.
"Jadi monggo, tanggung jawab saya hanya bekerja semaksimal mungkin yang saya bisa. Selanjutnya itu adalah hak prerogatif Pak Presiden," lanjut Sekjen PSI itu.
Raja Juli mengungkapkan akan segera menemui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membahas tindak lanjut rencana investigasi olah tim gabungan Polri dan Satgas PKH terkait kayu gelondongan yang muncul saat banjir di Sumatera. Termasuk temuan 12 lokasi dan 12 perusahaan yang diduga melanggar.
"Mungkin dalam waktu satu jam lagi, saya akan bertemu dengan Pak Kapolri. Saya sebenarnya sudah berkomunikasi dari beberapa hari yang lalu, tapi mencocokkan waktu yang belum bisa. Tapi tim sebenarnya sudah bergerak di bawah, kami sudah punya MoU sebelumnya untuk menjaga hutan kita secara bersama-sama," katanya.
"Nanti Gakkum dengan Kabareskrim, tadi kemarin juga ada dari Pak Pratikno dan dari Pak Menko Pratikno, Pak Mensestek, Pak Sekab juga sudah mengatakan untuk juga Satgas PKH. Jadi nanti tinggal diintegrasikan apa yang sudah kami kerjakan bersama dengan Satgas PKH. Insyaallah misteri tentang kayu itu dari mana akan segera terungkap. Dan kita akan, apabila ada indikasi pidana, tentu kita akan tegakkan sekuat-kuatnya, seadil-adilnya," pungkas Raja Juli.