Bagikan:

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap buronan kelas kakap jaringan narkotika internasional atau "Ratu Sabu", PAR alias Dewi Astutik alias Kak Jinda alias Dinda, di Kamboja pada Senin 1 Desember.

Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengatakan PAR merupakan aktor utama penyelundupan dua ton sabu senilai Rp 5 triliun yang diungkap BNN pada Mei 2025.

“Penangkapan dua ton sabu tersebut berhasil menyelamatkan sekitar delapan juta jiwa dari ancaman narkotika,” ujar Suyudi di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa 2 Desember.

Suyudi menegaskan penangkapan tersebut membuktikan tidak ada tempat aman bagi bandar narkotika. Siapa pun yang terlibat akan diburu meskipun melarikan diri ke luar negeri.

Menurut hasil analisis BNN, terdapat dua nama besar asal Indonesia yang mendominasi kawasan Golden Triangle, yaitu Freddy Pratama dan PAR yang dikenal dengan berbagai alias.

“PAR ini juga merupakan rekruter jaringan perdagangan narkotika Asia-Afrika serta menjadi DPO dari Korea Selatan,” jelas Suyudi.

“Penindakan ini didasarkan pada red notice Interpol Nomor A35363-2025 dan Surat DPO BNN RI Nomor 31 Inter D-X 2024 yang terbit pada 3 Oktober 2024,” ujarnya.

Kronologi Penangkapan

Suyudi menjelaskan informasi intelijen mengenai keberadaan PAR diterima BNN pada 17 November 2025. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim BNN dikirim ke Kamboja pada 25 November 2025 dan berkoordinasi dengan otoritas setempat.

Pada Senin 1 Desember pukul 13.39 waktu setempat, tim gabungan menangkap PAR di lobi sebuah hotel di Sihanoukville.

“Target terdeteksi berada dalam kendaraan Toyota Prius putih dan langsung diamankan oleh tim gabungan. Saat itu target sedang bersama seorang laki-laki,” kata Suyudi.

Di lokasi, tim BNN melakukan verifikasi dan klarifikasi fisik untuk memastikan identitas tersangka. Hasil pemeriksaan awal memastikan perempuan yang diamankan adalah PAR alias Dewi Astutik.

“Keberhasilan ini menegaskan komitmen BNN mengejar pelaku kejahatan narkotika hingga luar negeri melalui sinergi antar lembaga dan kepolisian negara sahabat,” tegasnya.

Ia menambahkan operasi penangkapan tersebut merupakan hasil kolaborasi internasional antara BNN dan sejumlah institusi, termasuk kepolisian Kamboja.