Bagikan:

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Hari Senin memperingatkan Israel agar tidak mengganggu kepemimpinan baru dan stabilitas Suriah, beberapa hari setelah operasi mematikan oleh pasukan Israel di wilayah selatan negara itu.

"Sangat penting bagi Israel untuk menjaga dialog yang kuat dan jujur ​​dengan Suriah, dan tidak ada yang terjadi yang akan mengganggu evolusi Suriah menjadi negara yang makmur," Presiden Trump memperingatkan di platform Truth Social, dilansir dari Al Arabiya dan AFP (2/12).

Presiden Trump mengatakan "sangat puas" dengan kinerja Suriah di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa, yang melakukan kunjungan bersejarah ke Gedung Putih bulan lalu.

Ia mengatakan Presiden al-Sharaa "bekerja dengan tekun untuk memastikan hal-hal baik terjadi, dan bahwa Suriah dan Israel akan memiliki hubungan yang panjang dan sejahtera bersama."

Ditambahkannya, Amerika Serikat "melakukan segala daya kami untuk memastikan Pemerintah Suriah terus melakukan apa yang dimaksudkan" untuk membangun kembali negara yang dilanda perang tersebut.

Presiden Trump percaya, hubungan baik antara Suriah dan Israel akan memperkuat upayanya untuk perdamaian Timur Tengah yang lebih luas setelah gencatan senjata Gaza yang rapuh pada Bulan Oktober.

Diketahui, Presiden Trump telah mendorong pakta keamanan antara Israel dan Suriah sejak koalisi al-Sharaa menggulingkan penguasa lama Bashar al-Assad setahun yang lalu.

Namun, ketegangan telah meningkat setelah ratusan serangan Israel terhadap Suriah. Dalam operasi paling mematikan sejauh ini, pasukan Israel menewaskan 13 orang pada Hari Jumat dalam operasi di Suriah selatan, mengatakan mereka menargetkan sebuah kelompok militan.

Tak lama setelah unggahan Presiden Trump di media sosial, Kantor Benjamin Netanyahu mengatakan Perdana Menteri Israel tersebut telah melakukan panggilan telepon dengan presiden AS.