Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pertahanan Ukraina Denys Shmyhal mendesak dukungan pertahanan udara lebih lanjut dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal Mark Rutte Hari Senin.

Desakan Menhan Shmyhal kepada Sekjen Rutte dilakukan seiring dengan berlanjutnya serangan rudal dan pesawat nirawak yang dilakukan Rusia.

Menhan Shmyhal dalam unggahan di Telegram menuliskan, ia berterima kasih kepada Rutte atas "kepemimpinan dan dukungannya" dan memberinya pengarahan tentang perkembangan medan perang dan kebutuhan pertahanan prioritas Ukraina, dilansir dari Anadolu (2/12).

Pertemuan tersebut berfokus pada penguatan kemampuan pertahanan udara Ukraina.

"Isu kuncinya adalah memperkuat pertahanan udara. Untuk menangkal teror rudal dan pesawat nirawak Rusia, diperlukan sistem pertahanan udara dan pencegat tambahan," ujarnya,

Menhan Shmyhal mengatakan, Inisiatif Daftar Persyaratan Prioritas Ukraina (PURL) tetap "sangat penting" untuk pasokan amunisi dan peralatan yang stabil.

Ia menekankan, Ukraina terus menyesuaikan sektor pertahanannya dengan standar NATO dan sedang memajukan proyek-proyek bersama dengan para mitra.

Diketahui, Inisiatif PURL adalah program AS-NATO yang memungkinkan negara-negara anggota NATO Eropa dan Kanada untuk mendanai pembelian senjata buatan Amerika untuk Ukraina.