JAKARTA - Mahasiswa dan pelajar Indonesia yang sedang menempuh studi di Sakarya, Turki sukses menggelar pertunjukkan kebudayaan bertajuk "Muhtesem Endonezya" di Aula Universitas Sakarya, Hari Jumat, menampilkan tari-tarian dan budaya Indonesia.
"Muhteşem Endonezya" diambil dari Bahasa Turki yang berarti "Indonesia Luar Biasa", sehingga diartikan sebagai "pertunjukkan budaya Indonesia yang luar biasa".
Perhelatan tahun ini merupakan kali keempat secara rutin yang digelar setiap dua tahun sekali oleh PPI Sakarya, PPI Turki, serta elemen masyarakat Indonesia lainnya di Sakarya, termasuk WNI yang menikah dengan WN Turki.
"Muhteşem Endonezya bukan hanya sebuah panggung hiburan. Ini adalah panggung budaya, panggung Identitas Indonesia, panggung kreatifitas anak muda Indonesia," ujar Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki Achmad Rizal Purnama dalam sambutannya, melansir keterangan KBRI Ankara, Sabtu (29/11).
Gelaran Muhteşem Endonezya tahun ini dihadiri lebih dari 500 pengunjung dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk Wakil Rektor Universitas Sakarya Profesor Özer Köseoğlu, para pejabat provinsi Sakarya dan perwakilan President University.
Tahun ini, para mahasiswa menampilkan berbagai tari-tarian antara lain Tari Saman, Tari Kembang Kipas, Tari Jejer Gandrung, Tari Kecak, serta penampilan silat yang dikemas dalam pertunjukkan drama dengan tokoh utama bernama "Arsa".
"Muhteşem Endonezya adalah malam mimpi dan cita-cita. Indonesia dan Turki memiliki nilai perjuangan yang sama. Indonesia dan Turki memiliki cita-cita mimpi yang sama. Cita-cita untuk menjadi negara besar cita-cita untuk menjadi negara maju. Cita-cita untuk melihat dunia yang lebih baik, dunia yang lebih aman, dunia yang lebih adil dan dunia yang lebih sejahtera. Cita-cita untuk melihat bangsa Palestina yang merdeka," urai Dubes Rizal.
Sebagai rangkaian dari "Muhteşem Endonezya", PPI Sakarya turut menyelenggarakan pelatihan membuat batik yang dipadankan dengan pelatihan pembuatan pola dengan teknik khas Turki yang disebut "Ebru" pada tanggal 25 November 2025.
BACA JUGA:
Pelatihan "Batik x Ebru" tersebut juga menampilkan tarian tradisional khas Indonesia dan Turki.
Diketahui, saat ini tercatat 5.332 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Turki yang tersebar dari ujung timur hingga ujung barat Turki, hingga ke Kota Iğdır yang berbatasan dengan Armenia.
Sakarya merupakan salah satu destinasi favorit tujuan pendidikan mahasiswa Indonesia di Turki. Saat ini ada lebih dari 700 mahasiswa Indonesia sedang menempuh pendidikan di kota tersebut.