JAKARTA - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno membuka kick off penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 dengan menyoroti sejumlah capaian dan tantangan pembangunan Jakarta. Ia menilai penyusunan RKPD menjadi langkah awal untuk menentukan arah prioritas pembangunan tahun 2027.
Rano memaparkan perkembangan indikator ekonomi makro yang menunjukkan perbaikan. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan III 2025 mencapai 4,96 persen, sementara inflasi per Oktober berada di angka 2,69 persen. Nilai investasi juga tercatat menembus Rp204,13 triliun.
“Hal ini mengambarkan bahwa ekonomi Jakarta terus tumbuh dengan stabilitas harga yang terjaga dan inflasi insyaallah terkendali,” kata Rano.
Peningkatan kesejahteraan warga, lanjutnya, terlihat dari penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 6,05 persen serta menurunnya angka kemiskinan menjadi 4,28 persen pada 2025. Namun Rano mengingatkan bahwa ketimpangan masih menjadi pekerjaan rumah besar.
“Meski demikian, gini ratio sebesar 0,441 mengindikasikan bahwa isu ketimpangan di Jakarta masih menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian yang serius,” ujarnya.
Rano menjelaskan arah pembangunan 2027 didasarkan pada visi-misi kepala daerah serta tahapan pembangunan yang tertuang dalam RPJMD 2025–2029. Pengembangan wilayah juga diarahkan untuk mencapai target visi Jakarta 2045, termasuk penurunan kemiskinan, pengurangan ketimpangan, dan peningkatan pendapatan per kapita.
Ia menegaskan bahwa setiap kota dan kabupaten administratif akan berkontribusi sesuai karakteristik wilayahnya.
“Sedangkan arah pengembangan wilayah Provinsi DKI Jakarta diutamakan untuk mendukung kecapaian sasaran visi Jakarta tahun 2045, yaitu kemiskinan menurun dan ketimpangan berkurang, serta peningkatan pendapatan per kapita,” kata Rano.
BACA JUGA:
Arah pembangunan 2027, lanjutnya, akan difokuskan pada penguatan fundamental melalui DKI Strategic Project serta penguatan posisi Jakarta sebagai kota global melalui Global City Program. Fokus ini mempertimbangkan isu strategis 2025–2029 serta evaluasi program berjalan.
Menurut Rano, isu strategis pembangunan Jakarta pada 2027 meliputi kualitas modal manusia, perekonomian produktif, kecukupan penghidupan, pemerintahan yang responsif, kecukupan infrastruktur kota, ketahanan iklim, dan peningkatan konektivitas kawasan.
“Yang pertama, kualitas modal manusia. Yang kedua, perekonomian produktif dan kompetitif. Ketiga, kecukupan penghidupan masyarakat. Empat, pemerintahan dinamis dan responsif. Lima, kecukupan infrastruktur kota. Enam, ekosistem yang berketahanan iklim. Dan tujuh, konektivitas kawasan dalam mendukung kegiatan masyarakat,” tutur Rano.
Ia menyampaikan bahwa penyusunan RKPD 2027 akan dilakukan melalui rangkaian musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) dari tingkat RW hingga provinsi.
“Oleh karenanya, saya meminta kepada seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk terus bersinergi dan memastikan penyelenggaraan musrenbang tahun 2026 serta penyusunan RKPD di tahun 2027 dapat berjalan dengan baik,” kata Rano.