JAKARTA - Panitia Reuni 212 mengklaim telah memperoleh dukungan langsung dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk penyelenggaraan Reuni 212 di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada 2 Desember 2025.
Klaim ini disampaikan setelah pertemuan panitia dengan Pramono di Balai Kota DKI Jakarta. Humas panitia Reuni 212, Novel Bamukmin, menyatakan pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu, 19 November lalu.
"Kami sudah dapat izin (menyelenggarakan Reuni 212 dan kami langsung audensi dengan Pak Pramono Anung di Balai Kota langsung," kata Novel kepada wartawan, Senin, 24 November.
Novel mengklaim, dalam pertemuan tersebut, Pramono menyampaikan dukungan agar kegiatan tersebut dapat berlangsung tertib. Pramono disebut akan hadir saat penyelenggaraan Reuni 212.
"Sekaligus kami mengundang beliau untuk hadir dan beliau siap hadir di Reuni 212. Gubernur menyampaikan Pemerintah Daerah akan memberikan support penuh agar reuni tersebut berjalan dengan lancar, tertib dan damai," ujar dia.
Bahkan, Novel menyebut sejumlah pimpinan perangkat daerah di DKI jakarta juga turut diarahkan oleh Pramono untuk mendukung teknis penyelenggaraan.
"Gubernur juga mengarahkan agar pimpinan OPD seperti Kadishub, Kesbangpol, Satpol PP, Dinas LH, dan wali kota mendukung sepenuhnya kegiatan ini," urai dia.
Mendapat respons tersebut, rombongan Panitia yang berjumlah sembilan orang beserta Ketua DPP Front Persaudaraan Islam menyampaikan terima kasih kepada Pramono atas dukungannya sebagai kepala daerah di Ibu Kota.
Novel menerangkan agenda Reuni 212 tahun ini akan membawa pesan persaudaraan.
"Panitia juga menyampaikan agenda Reuni ini menyerukan semangat persaudaraan dan suasana kerukunan. Pada momen itu juga akan disampaikan dukungan masyarakat Jakarta dan Indonesia untuk Palestina," lanjutnya.
Reuni 212 merupakan kegiatan tahunan yang bermula dari Aksi 2 Desember 2016, demonstrasi besar di Monas terkait tuntutan kasus penodaan agama terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Sejak 2017, kegiatan ini rutin digelar dengan format doa bersama dan deklarasi dari sejumlah tokoh.