Bagikan:

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jakarta pada Agustus 2025 menurun 6,05 persen. Atau lebih rendah dibanding periode Agustus 2024 sebesar 6,18 persen.

"Hal yang berkaitan dengan tingkat pengangguran terbuka atau TPT turun 6,05 persen sampai dengan bulan Agustus 2025. Lebih rendah dibandingkan periode (tahun) sebelumnya," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 21 November.

Menurut dia, hal itu berkat pelaksanaan bursa kerja atau job fair yang telah digelar Pemprov DKI secara rutin. Pramono mengatakan Pemprov DKI telah menggelar 14 job fair berturut-turut.

"Penurunan ini tentunya tidak lepas dari apa yang kami lakukan dengan Job Fair yang sudah 14 kali berturut-turut. Kemudian juga Job Fair khusus untuk disabilitas, yang alhamdulillah kemarin bisa merekrut sampai dengan 150 pekerja disabilitas," ujar Pramono.

Selain job fair, Pemprov DKI juga menjalankan program peningkatan kompetensi dengan 280 kelas pelatihan reguler dan 80 jenis program yang diikuti lebih dari 5.400 peserta.

Dilakukan juga 245 pelatihan mobile training unit (MTU) yang telah menjangkau 93 kelurahan yang diikuti 2.450 peserta, memastikan akses pelatihan yang merata di tingkat akar rumput.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 21 November. (Diah-VOI)

Pramono menjelaskan sektor perdagangan, akomodasi, makanan-minuman, dan transportasi menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Jakarta. Oleh sebab itu, Pemprov DKI akan membuka akses kerja dan meningkatkan keterampilan kelompok rentan.

"Saya dan Pak Wagub berkomitmen untuk job fair dan juga upskilling disabilitas yang kemarin sudah berjalan dengan baik. Kami akan adakan secara periodik karena ini memberikan ruang bagi difabel, juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk bisa bekerja di Jakarta dalam ekosistem ketenagakerjaan Jakarta," urai dia.

Selain penyerapan tenaga kerja, Pramono menyebut investasi turut menguat dan memberi pengaruh pada aktivitas ekonomi Jakarta. Kontribusi investasi Ibu Kota mencapai 14,24 persen dari total nasional.

Kemudian, realisasi investasi pada triwulan III 2025 tercatat Rp204,13 triliun, tumbuh 6,4 persen dibanding tahun sebelumnya. "Yang juga menggembirakan adalah aktivitas investasi yang menyerap, aktivitas investasi tersebut menyerap tenaga kerja kurang lebih 338.310 tenaga kerja," ucap Pramono.