JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, memimpin prosesi tabur bunga yang digelar serentak di berbagai daerah dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN). Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada 2.087 tenaga kesehatan (nakes) yang gugur saat berjuang menangani pandemi COVID-19.
Wamenkes memimpin langsung kegiatan tabur bunga yang diinisiasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta, pada Selasa, 18 November 2025.
Dante menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 telah menyebabkan lebih dari 160 ribu kematian di Indonesia. Ia menekankan, ribuan nakes termasuk dokter, perawat, tenaga anestesi, apoteker, dan tenaga kesehatan lain adalah pahlawan yang berdiri di garis terdepan.
“Kalau mereka tidak berjuang di garis terdepan, mungkin korbannya bisa lebih dari 160 ribu, bahkan bisa jutaan seperti di beberapa negara lain,” ujar Dante.
Simbol Dedikasi dan Martabat Profesi
Menurut Wamenkes, pengorbanan para nakes bukanlah sekadar kisah belaka, melainkan nilai kemanusiaan yang wajib dijaga. Mereka bekerja tanpa pamrih, mengerahkan keahlian untuk menyelamatkan masyarakat di masa paling sulit dalam sejarah kesehatan nasional.
"Mereka adalah pahlawan kesehatan yang telah memberikan sesuatu yang lebih, dan mungkin banyak nyawa yang terselamatkan berkat pertolongan mereka,” katanya.
BACA JUGA:
Pemerintah melalui Kemenkes memberikan penghormatan setinggi-tingginya dan menjadikan nama para dokter dan tenaga medis yang wafat tersebut sebagai simbol dedikasi dan martabat profesi kesehatan di Indonesia.
Dante berharap prosesi tabur bunga ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun dalam rangka peringatan HKN, guna menjaga ingatan publik atas perjuangan heroik nakes selama pandemi.
Apresiasi dari Keluarga yang Gugur
Dalam acara di TPU Pondok Ranggon, hadir empat perwakilan keluarga dari dokter dan tenaga medis yang gugur, yang berasal dari Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih, RS Pertamina, dan RS Bhayangkara.
Ma'ruf Darmawan, salah satu perwakilan keluarga, menyampaikan apresiasi atas inisiasi Kemenkes ini sebagai upaya bersama mengenang jasa mereka yang wafat dalam tugas kemanusiaan.
"Haru bercampur senang, kami dari pihak keluarga atas kegiatan ini, apalagi akan diselenggarakan setiap tahun, terima kasih memberikan perhatian luar biasa untuk ibu saya, walaupun dia hanya perawat," ungkapnya.