Bagikan:

YOGYAKARTA - Teks cerita yaitu teks yang di dalamnya menjelaskan atau menerangkan suatu peristiwa yang sudah lampau dan pada saat ini mengandung nilai sejarah. Untuk menceritakannya, seseorang harus menyusun berdasarkan kronologi waktu yang ada. Langkah pertama dalam menyusun kembali teks cerita sejarah yaitu dengan cara menggali informasi. Untuk selengkapnya, simak ulasan mengenai penyusunan kembali teks cerita sejarah di bawah ini.

Dikutip dari buku CMS Cara Menguasai Soal Bahasa Indonesia SMA dan MA Latihan yang disusun oleh Tomi Rianto (2001: 221), teks cerita sejarah yaitu teks yang mendeskripsikan fakta atau kejadian atau kisah hidup manusia dengan mengolah fakta sejarah sebagai latar kejadian sebuah peristiwa.

Apa Saja Ciri-ciri Teks Cerita Sejarah?

Teks cerita sejarah mempunyai ciri-ciri yang dapat berfungsi sebagai pembeda dari teks-teks yang lain. Ciri-ciri teks cerita sejarah tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Teks memiliki bentuk berupa cerita ulang (recount)
  • Disajikan secara kronologis atau urutan peristiwa atau urutan kejadian.
  • Struktur teks orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi.
  • Menggunakan konjungsi temporal.
  • Isinya berupa fakta.

Langkah Pertama dalam Menyusun Kembali Teks Cerita Sejarah

Menggali Informasi

Tahap pertama yaitu menggali informasi mengenai sejarah yang hendak ditulis. Anda bisa mendapatkan referensi dari mana saja. Baik itu referensi dari buku, seminar, webinar, ataupun sumber yang lain.

Mengumpulkan Cerita Mengenai Sejarah yang Dikaji

Adapun sumber yang dapat Anda gunakan antara lain buku bacaan, ensiklopedia, atau wawancara secara langsung dengan narasumber.

Menyusun Urutan Peristiwa

Langkah-langkah dalam menyusun teks cerita sejarah berikutnya adalah yaitu membuat urutan peristiwa. Bagian ini disusun berdasarkan data-data dan fakta yang sebelumnya telah Anda dapatkan.

Menyusun Kerangka

Kerangka disusun untuk memudahkan proses dalam penulisan cerita. Anda dapat menggunakan struktur dari teks sejarah untuk dijadikan kerangka.

Menuliskan Teks Sejarah Sesuai dengan Data yang Diperoleh

Langkah selanjutnya, Anda dapat menuliskan cerita sejarah dengan langsung. Ketika menulis, sebaiknya selalu mengacu dengan fakta dan data yang Anda kumpulkan sebelumnya.

Apa Saja Struktur Teks Cerita Sejarah

Teks cerita tentunya memiliki unsur. Dengan adanya struktur tersebut, teks cerita sejarah dapat kita bangun. Di bawah ini adalah struktur teks cerita sejarah yang harus diketahui:

Orientasi

Orientasi menjadi bagian pengenalan atau pembuka dari teks cerita sejarah.

Urutan peristiwa

Urutan peristiwa adalah alur atau rekaman peristiwa sejarah yang terjadi. Pada umumnya, urutan peristiwa dituliskan dalam urutan kronologis.

Reorientasi

Reorientasi yaitu bagian teks cerita sejarah yang di dalamnya tercantum komentar pribadi penulis mengenai peristiwa atau kejadian sejarah yang dituliskan. Reorientasi boleh ada, boleh juga tidak. Hal ini didasarkan pada kehendak penulis teks cerita sejarah.

Jenis Teks Cerita Sejarah

Secara garis besar, pada dasarnya novel sejarah dan teks sejarah masih tergolong dalam bentuk teks cerita sejarah.

Nah, di bawah ini adalah penjelasan mengenai dua jenis teks cerita sejarah, antara lain:

  1. Fiksi

Jenis teks cerita sejarah yang pertama adalah fiksi atau yang dikenal dengan novel sejarah. Sebagai sebuah karya sastra, novel memang identik dengan karangan yang bersifat imajinatif. Namun, banyak novel sejarah yang memuat fakta sejarah tentang suatu peristiwa. Misalnya saja, novel Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer.

Selain novel, teks cerita sejarah juga dapat disajikan ke dalam bentuk cerpen, legenda, hingga roman. Pembuatan teks cerita sejarah dengan jenis fiksi umumnya dibuat sesuai data yang diterima dari sumber sejarahnya.

  1. Nonfiksi

Jenis teks cerita sejarah yang kedua yaitu nonfiksi atau yang umumnya dikenal dengan teks sejarah. Berbeda dengan cerita fiksi yang bersifat sedikit karangan dari penulis, bentuk teks cerita sejarah nonfiksi murni ditulis dari fakta yang sebenarnya. Hal ini membuat teks cerita sejarah jadi lebih kuat dalam bagian peristiwa, bukan penceritaan.

Contoh teks cerita sejarah atau teks sejarah dapat kita lihat dalam bentuk biografi, autobiografi, catatan perjalanan, dan catatan sejarah. Karya yang termasuk teks cerita sejarah antara lain, Sejarah Melayu karangan Shellabear dan Catatan Seorang Demonstran karya Soe Hok Gie.

Demikianlah ulasan mengenai langkah pertama dalam menyusun kembali teks cerita sejarah. Semoga bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.